Bank Indonesia

Harga Batu Bata di Seluma Turun Rp70 per Buah, Pengrajin Keluhkan Sepinya Pembangunan

Harga Batu Bata di Seluma Turun Rp70 per Buah, Pengrajin Keluhkan Sepinya Pembangunan

Harga Batu Bata di Seluma Turun Rp70 per Buah, Pengrajin Keluhkan Sepinya Pembangunan--(Sumber Foto: Wisnu/BETV)

SELUMA, BETVNEWS – Memasuki periode pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, geliat industri bahan bangunan di Kabupaten Seluma mulai menunjukkan fluktuasi harga.

Pantauan di Kelurahan Babatan, Kecamatan Sukaraja pada Senin (30/3), harga batu bata lokal dilaporkan mengalami tren penurunan dibandingkan periode sebelum lebaran.

Tugino, salah satu pengrajin batu bata di Kelurahan Babatan, mengungkapkan bahwa saat ini terjadi penyusutan harga sebesar Rp70 untuk setiap keping batu bata.

Jika sebelumnya batu bata jenis "bolong" dibanderol Rp720, kini harganya turun menjadi Rp650.

Sementara itu, untuk batu bata jenis biasa yang sebelumnya seharga Rp620, saat ini dipasarkan pada angka Rp550 per buah.

BACA JUGA:Promosi Wisata Pantai Panjang, 40 Personel Satpol PP Pariwisata Bengkulu Siap Diluncurkan

BACA JUGA:Garuda Indonesia Pamit dari Bengkulu, Kemenhub Ungkap Pemicu Utamanya: Kalah Saing

"Usai lebaran ini harga batu bata turun mas. Kalau sebelumnya harga batu bata jenis bolong Rp720 rupiah dan batu bata jenis biasa Rp620 rupiah per buah nya," ujar Tugino saat diwawancarai pada Senin siang.

Tugino menjelaskan bahwa merosotnya harga ini dipicu oleh beberapa faktor krusial. Selain stok produksi di tingkat pengrajin yang sedang melimpah, daya serap pasar saat ini terpantau masih lesu karena minimnya aktivitas pembangunan di masyarakat.

"Banyak faktor mas yang membuat harga batu bata ini turun. Diantaranya peminat batu bata dipasaran masi berkurang karena belum banyak yang ingin melakukan pembangunan," tambahnya.

Meski demikian, Tugino menilai penurunan harga saat ini masih dalam batas toleransi jika dibandingkan dengan biaya operasional, terutama pembelian kayu bakar untuk proses pembakaran.

Selama harga bahan bakar produksi tersebut tidak melonjak drastis, para pengrajin masih bisa bertahan.

BACA JUGA:Tingkatkan Layanan Sub-Spesialis, RSKJ Soeprapto Bengkulu Gandeng RSJ Marzoeki Mahdi Bogor

BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Pagar Jati, Kakak Kandung Anggota DPRD Bengkulu Tengah Tewas Usai Mobil Masuk Jurang

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait