Bank Indonesia

Menuju Status PNS Penuh, 889 CPNS Seluma Rampungkan Pendidikan Prajabatan di Bukittinggi

Menuju Status PNS Penuh, 889 CPNS Seluma Rampungkan Pendidikan Prajabatan di Bukittinggi

Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Seluma, Anshori--(Sumber Foto: Jul/BETV)

SELUMA, BETVNEWS – Proses transformasi status bagi 889 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2024 di Kabupaten Seluma kini memasuki tahap final.

Ratusan abdi negara yang telah bertugas sejak tahun 2025 tersebut diwajibkan menuntaskan Pelatihan Dasar (Latsar) sebagai syarat mutlak sebelum resmi dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) 100 persen.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memastikan bahwa usulan SK PNS penuh baru akan diproses secara kolektif setelah seluruh rangkaian diklat dinyatakan selesai.

Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Seluma, Anshori, menjelaskan bahwa dari kuota awal sebanyak 900 kursi, saat ini hanya tersisa 889 personel. Penyusutan ini terjadi karena adanya penarikan sembilan orang oleh pihak kementerian serta dua orang yang menyatakan mundur dari formasi.

BACA JUGA:BMHP Kosong Akibat Lonjakan Rujukan, Layanan Cuci Darah di RSUD M. Yunus Terhenti Sementara

BACA JUGA:Kunjungi Pulau Enggano: Kapolda Bengkulu Lakukan Bedah Rumah, Bakti Kesehatan dan Lepas Tukik

"Untuk peserta Latsar CPNS atau prajabatan, gelombang pertama saat ini tinggal menunggu ujian. Latsar CPNS Seluma dibagi dalam beberapa tahapan,” terang Anshori, Kamis (16/4).

Mengingat keterbatasan daya tampung dan besarnya jumlah peserta, pelaksanaan Latsar dipusatkan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendagri regional Bukittinggi, Sumatera Barat. Panitia menerapkan sistem rotasi yang dibagi ke dalam empat gelombang utama.

Berikut adalah rincian jadwal Latsar CPNS Seluma:

Gelombang I: Berlangsung sejak 25 Januari hingga 25 April.

Gelombang II: Dimulai pada 16 Februari.

Gelombang III: Bergulir mulai 9 Maret.

Gelombang IV: Dijadwalkan start pada 21 April mendatang.

Anshori menambahkan, kurikulum pendidikan ini tidak hanya mengandalkan interaksi fisik, tetapi juga memanfaatkan teknologi informasi untuk menjangkau seluruh angkatan secara efektif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait