Bank Indonesia

Manfaatkan Hujan, PT SSL Diduga Kucing-kucingan Buang Limbah ke Sungai

Manfaatkan Hujan, PT SSL Diduga Kucing-kucingan Buang Limbah ke Sungai

Manfaatkan Hujan, PT SSL Diduga Kucing-kucingan Buang Limbah ke Sungai--(Sumber Foto: Jul/BETV)

SELUMA, BETVNEWS – Aroma busuk yang menyengat kembali menghantui warga di sekitar area operasional pabrik Crude Palm Oil (CPO) milik PT Seluma Sawit Lestari (SSL). Perusahaan yang berlokasi di Dusun Napalan, Kelurahan Sukaraja ini diduga kuat sengaja membuang limbah produksi ke aliran anak sungai saat intensitas hujan tinggi.

Dugaan praktik kotor ini tercium setelah warga merasakan bau bangkai yang menusuk hidung dari aliran sungai yang melintasi permukiman.

Nofi, warga Desa Lubuk Sahung, mengaku sesak napas akibat polusi dari air sungai di belakang rumahnya yang mendadak berubah keruh dan berbau tajam.

"Aroma busuk itu muncul tepat setelah hujan deras pekan lalu. Kami menduga perusahaan sengaja memanfaatkan air hujan untuk menghanyutkan limbah agar tidak terlalu terlihat. Sayangnya, bau menyengat itu tidak bisa dibohongi," ungkap Nofi dengan nada kecewa, Selasa (21/4).

BACA JUGA:Harga Sawit Lagi Anjlok, Petani Bengkulu Selatan Jangan Nekat Panen Buah Mengkal

BACA JUGA:Diduga Tersengat Listrik, Penghuni Kosan Jalan Bougenville Ditemukan Tewas di Selokan

Kecurigaan warga bukan tanpa dasar. Penelusuran di lapangan mengungkap adanya pola pembuangan limbah yang disinyalir dilakukan pada malam hari saat cuaca ekstrem.

Informasi dari sumber internal perusahaan bahkan menyebutkan adanya tekanan atau intimidasi terhadap karyawan yang berupaya membocorkan aktivitas pembuangan limbah tersebut ke publik.

"Kami mengantongi informasi dari dalam bahwa memang ada instruksi pembuangan saat hujan. Mirisnya, informan kami justru mendapat intimidasi dari pihak manajemen setelah masalah ini mulai ramai," tambah Nofi sembari menunjukkan sampel air sungai yang ia ambil secara mandiri sebagai bukti.

Kasus ini menjadi catatan hitam kedua bagi PT SSL. Pada pertengahan 2025, Wakil Bupati Seluma, Gustianto, sebenarnya pernah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi ini menyusul keluhan serupa. Namun, peringatan pemerintah kala itu tampaknya hanya dianggap angin lalu oleh pihak perusahaan.

BACA JUGA:Sapu Bersih Maksiat, Tim Gabungan Robohkan Bilik Prostitusi di Air Latak

BACA JUGA:Waspada Daging Sapi Tiren, Pemkab Bengkulu Selatan Sisir Pasar Tradisional

Jika sebelumnya bau limbah hanya berputar di area pabrik, kini pencemaran telah meluas hingga ke kawasan Jembatan Siabun yang selama ini dikenal bersih dari limbah industri.

Masyarakat kini menuntut keberanian Pemerintah Kabupaten Seluma untuk memberikan sanksi nyata. Warga menegaskan bahwa mereka mendukung investasi di daerah, namun menolak keras jika kesehatan lingkungan menjadi tumbal demi keuntungan korporasi semata.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: