Tangis Bebby Hussy Pecah di Persidangan, Ratapi Nasib 2.400 Jiwa yang Terdampak
Tangis Bebby Hussy Pecah di Persidangan, Ratapi Nasib 2.400 Jiwa yang Terdampak--(Sumber Foto: Imron/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Ruang sidang Tipikor pada Pengadilan Negeri Bengkulu mendadak senyap dan penuh emosi, Rabu (29/4) malam.
Terdakwa perkara dugaan korupsi pertambangan batu bara PT Ratu Samban Mining (RSM), Bebby Hussy, membacakan nota pembelaan (pleidoi) yang menyentuh sisi kemanusiaan, melampaui sekadar sanggahan hukum formal.
Bukan sekadar mencari celah pembebasan, Bebby memilih menumpahkan narasi perjalanan hidupnya sebagai perantau yang menganggap Bengkulu sebagai rumah terakhirnya.
“Berdiri saya di sini bukan untuk bersilat lidah mencari pembenaran, melainkan memohon agar kejujuran saya didengar secara utuh sebagai seorang manusia,” tutur Bebby dengan nada lirih di hadapan majelis hakim.
BACA JUGA:Lengah Saat Bersantai, 2 Mahasiswa Penggasak Ponsel di Cafe Pantai Panjang Diciduk Tim Macan Ratu
BACA JUGA:Hari Buruh, Dari Jurnalis Daerah Untuk 'Kepala Negara'
Lahir di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, takdir membawa Bebby ke Bumi Rafflesia pada tahun 2000. Ia mengenang masa-masa sulit saat memulai karier dari titik nol sebagai buruh kontrak di sektor pertambangan, hingga akhirnya memberanikan diri merintis usaha mandiri pada 2008.
“Saya membangun bisnis ini tanpa fasilitas kemewahan atau kedekatan dengan kekuasaan. Hampir sepuluh tahun saya dan keluarga bertahan hidup di rumah sewa, merasakan getirnya perjuangan seperti rakyat Bengkulu lainnya,” kenangnya.
Kesuksesannya mengelola Izin Usaha Pertambangan (IUP), klaim Bebby, tidak pernah diniatkan untuk memperkaya diri secara rakus. Ia menegaskan bahwa setiap sen profit yang diraih diputar kembali untuk memacu denyut ekonomi lokal.
Komitmen tersebut dibuktikan dengan serapan tenaga kerja yang masif. Bebby memaparkan sedikitnya 800 Kepala Keluarga atau sekitar 2.400 jiwa menggantungkan nasib pada roda bisnisnya. Ia pun bangga menyandang status sebagai salah satu Wajib Pajak Terbaik di Bengkulu, bukti kepatuhannya terhadap negara.
BACA JUGA:Dikurung dalam Ruangan dan Diancam, 7 Wartawan Korban Intimidasi Kadis PMD Kepahiang Lapor Polisi
BACA JUGA:Krisis Habitat Kian Nyata, 2 Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Hutan Mukomuko
Badai hukum yang menerjang PT RSM membawa dampak domino yang melumpuhkan. Bebby menceritakan bagaimana seluruh jajaran direksi, termasuk anak kandungnya, ikut terseret ke kursi pesakitan. Ia juga terpukul atas kehilangan kerabat dekatnya, Junaidi Leonardo.
“Kini semua telah lumpuh. Rekening diblokir, aset keluarga hingga perusahaan disita. Imbasnya, ribuan karyawan terpaksa kehilangan mata pencaharian. Suara mereka adalah beban terberat dalam hidup saya,” ungkap Bebby dengan suara yang bergetar menahan tangis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

