Miris, Nelayan Bunga Mas Masih Bertaruh Nyawa Pakai Perahu Kayu Saat Melaut

Miris, Nelayan Bunga Mas Masih Bertaruh Nyawa Pakai Perahu Kayu Saat Melaut

Miris, Nelayan Bunga Mas Masih Bertaruh Nyawa Pakai Perahu Kayu Saat Melaut--(Sumber Foto: Tim/BETV)

BENGKULU, BEKENTV - Kondisi nelayan tradisional di Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, masih memprihatinkan. Di tengah potensi hasil laut yang cukup besar, sejumlah nelayan setempat hingga kini masih mengandalkan sepotong kayu dan perahu sederhana tanpa mesin untuk mencari ikan di laut.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Selain dinilai membahayakan keselamatan, keterbatasan sarana melaut juga membuat hasil tangkapan nelayan jauh dari maksimal.

BACA JUGA:Pemerintah Pusat Alokasikan Rp47,46 Miliar untuk Program KPR FLPP di Bengkulu

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Usulkan 231 Unit Alkes untuk Masyarakat Kurang Mampu hingga Penyandang Disabilitas

Kepala DKP Bengkulu Selatan, Nengsi Affriani, mengatakan pihaknya menemukan masih ada sekitar 20 nelayan di wilayah Bunga Mas yang menggunakan alat tangkap tradisional dengan kondisi minim fasilitas.

“Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami karena menyangkut keselamatan nelayan dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar Nengsi.

Menurutnya, penggunaan kayu dan perahu tanpa mesin membuat nelayan sangat rentan menghadapi cuaca buruk maupun gelombang tinggi. Selain itu, jangkauan tangkap menjadi terbatas sehingga pendapatan nelayan tidak mampu meningkat secara signifikan.

BACA JUGA:Dugaan PHK Sepihak di SPPG Taba Penanjung, Relawan MBG Protes Langgar Aturan BGN

BACA JUGA:Dukung Modernisasi Terminal, Garbarata Tiba di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu

Padahal, perairan Bengkulu Selatan yang meliputi wilayah Pino Raya, Kota Manna atau Pasar Manna, Bunga Mas hingga Kedurang dikenal memiliki potensi perikanan yang cukup menjanjikan.

Namun dibanding wilayah lain, kondisi nelayan di Kecamatan Bunga Mas disebut masih tertinggal dari sisi fasilitas melaut.

Melihat kondisi tersebut, DKP Bengkulu Selatan berencana mengusulkan bantuan perahu bermesin untuk nelayan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) maupun dukungan anggaran daerah.

BACA JUGA:Kuota Naik Jadi 4.000 Peserta, Beasiswa SDM Sawit 2026 Segera Dibuka di Bengkulu

BACA JUGA:Motivasi Peserta, Pemprov Bengkulu Kucurkan Dana Pembinaan Rp270 Juta pada Ajang MTQ ke-37

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait