Program Bantuan Batang Kelapa di Bengkulu Mulai Berproses, Enggano Jadi Prioritas 2026

Program Bantuan Batang Kelapa di Bengkulu Mulai Berproses, Enggano Jadi Prioritas 2026

Program Bantuan Batang Kelapa di Bengkulu Mulai Berproses, Enggano Jadi Prioritas 2026--(Sumber Foto: Putri/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Pemerintah pusat melalui kementerian terkait tengah menggulirkan program strategis berupa pengembangan kawasan tanaman perkebunan kelapa secara masif di berbagai penjuru tanah air, termasuk di Provinsi Bengkulu.

Agenda nasional ini dieksekusi sebagai stimulan untuk menyokong peremajaan (replantaing) pohon kelapa milik masyarakat, sekaligus mendongkrak produktivitas komoditas perkebunan petani lokal.

Untuk wilayah Provinsi Bengkulu, kucuran bantuan dari pemerintah pusat pada tahun anggaran 2026 ini dipusatkan secara khusus guna menyasar Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Pagu total luas hamparan lahan yang berhasil dikunci masuk dalam plot program bantuan ini mencapai 1.500 hektare.

Sub Koordinator Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Khairiah, membeberkan bahwa formulasinya dirancang agar setiap satu hektare lahan milik masyarakat nantinya akan dipasok sekitar 100 hingga 110 bibit batang kelapa unggul.

"Saat ini prosesnya masih dalam tahap verifikasi dan kelengkapan persyaratan calon petani dan calon lokasi atau CPCL. Jadi kelompok tani sedang melengkapi dokumen yang dibutuhkan," ujar Khairiah saat memberikan keterangan, Jumat, 29 Mei 2026.

BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Tindak Tegas Penjualan Minuman Beralkohol di Warung dan Pertokoan

BACA JUGA:Diundur Sehari, Pengumuman Kelulusan SD dan SMP Dilakukan 2 Juni

Khairiah memaparkan, lembar administrasi wajib yang musti dirampungkan oleh para petani di antaranya meliputi Kartu Keluarga (KK), KTP elektrik, hingga surat keabsahan kepemilikan lahan yang sah.

Seluruh berkas tersebut wajib disetorkan terlebih dahulu melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) di tingkat kabupaten, sebelum diestafetkan untuk diverifikasi lebih lanjut di level provinsi.

Setelah himpunan data kluster kabupaten rampung, jajaran Dinas TPHP akan menggelar verifikasi faktual kolaboratif bersama Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP).

Ketika seluruh rantai penyaringan selesai, bank data final barulah diterbangkan ke Jakarta guna mendapatkan surat keputusan (SK) penetapan resmi dari pemerintah pusat.

"Setelah semua proses verifikasi selesai, data akan disampaikan ke pemerintah pusat untuk penetapan penerima bantuan. Realisasi penyaluran bantuannya diproyeksikan pada November mendatang," tambahnya merinci linimasa distribusi fisik bibit.

Di sisi lain, jajaran birokrasi pusat juga dikabarkan telah menyiapkan rancangan program replikasi serupa untuk musim anggaran tahun 2027.

Jika tahun ini karpet merah diprioritaskan bagi percepatan Pulau Enggano, maka pada tahun depan arah kompas bantuan batang kelapa diproyeksikan bergeser untuk menyasar basis petani di Kabupaten Bengkulu Selatan.

BACA JUGA:Sistem Pusat Eror, Jadwal Pendaftaran Beasiswa BPDPKS Sawit 2026 Mengalami Penundaan

BACA JUGA:Catat Tanggalnya! Seleksi Calon Pimpinan Baznas Provinsi Bengkulu Dibuka hingga 21 Juni 2026

Intervensi program ini diharapkan tidak sekadar menjadi bantuan habis pakai, melainkan mampu menjadi pemantik utama dalam menaikkan daya tawar ekonomi perkebunan kelapa rakyat.

Langkah ini sekaligus memperkokoh sektor agraria pesisir sebagai pilar kokoh penopang kesejahteraan finansial masyarakat di wilayah penyangga, terluar, dan kepulauan di Bengkulu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: