Hutama Karya Catat 1.401 Kendaraan Lintasi Tol Bengtaba Jelang Akhir Liburan

Hutama Karya Catat 1.401 Kendaraan Lintasi Tol Bengtaba Jelang Akhir Liburan

Hutama Karya Catat 1.401 Kendaraan Lintasi Tol Bengtaba Jelang Akhir Liburan--(Sumber Foto: Ilham/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – PT Hutama Karya (Persero) mencatat dinamika pergerakan volume kendaraan di ruas Tol Bengkulu–Taba Penanjung (Bengtaba) menyentuh angka 1.401 unit kendaraan pada periode libur panjang per 27 Mei 2026.

Realisasi angka tersebut mengindikasikan adanya penurunan tipis sebesar 0,21 persen jika dikomparasikan dengan volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada kondisi normal.

Berbanding terbalik dengan kondisi lokal Bengkulu, grafik secara makro nasional menunjukkan total volume kendaraan yang mengaspal di sepanjang jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) kelolaan Hutama Karya justru membukukan kenaikan. Angkanya sukses menembus 95.757 unit kendaraan atau terkerek naik sekitar 0,35 persen dari LHR normal.

Plt. EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menegaskan bahwa manajemen korporasi terus memperketat pengawasan dan mematangkan kesiapan lini pelayanan operasional di seluruh gerbang tol guna menjamin kenyamanan mobilisasi publik selama masa libur panjang.

BACA JUGA:Lebih Murah dari Harga Pasar, Dinas Perikanan Bengkulu Selatan Buka Pusat Jajanan Serba Ikan Sebulan Sekali

BACA JUGA:Momentum Iduladha, DPD PKS Kota Bengkulu Sembelih 5 Sapi dan Sebar 700 Paket Daging Kurban

“PT Hutama Karya (Persero) terus memastikan kesiapan layanan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur panjang. Kami melakukan monitoring layanan operasional secara berkelanjutan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, kesiapan petugas di lapangan, serta memastikan seluruh fasilitas pendukung berfungsi optimal,” jelas Hamdani 

Hamdani memaparkan, defisit atau penurunan arus lalu lintas di sejumlah ruas tol menjelang akhir masa liburan ini merupakan hal yang wajar.

Indikator tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat perantau mulai memetakan dan mengatur ulang ritme kepulangan mereka lebih awal guna menghindari risiko jebakan macet.

Peta pergerakan arus kendaraan di jalur JTTS terpantau bergerak variatif. Di koridor Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, volume kendaraan bertengger di angka 11.111 unit atau melorot 14,22 persen dari LHR normal.

Tren penurunan juga membayangi ruas Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih dengan torehan 12.551 kendaraan (turun 8,49 persen).

Selanjutnya, Tol Betung–Tempino–Jambi seksi Bayung Lencir – Tempino mendata ada 6.326 kendaraan yang melintas (turun 14,04 persen). Penurunan LHR paling dalam dialami oleh Tol Pekanbaru – Dumai yang mencatat 11.633 kendaraan, alias anjlok hingga 17,07 persen dari kondisi normal.

Kendati demikian, kurva pertumbuhan positif justru berhasil dibukukan oleh beberapa ruas sirip (feeder). Di antaranya Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar sebanyak 4.667 kendaraan (naik 5,35 persen), Tol Sigli – Banda Aceh sebanyak 7.246 kendaraan (naik 5,70 persen), serta performa Tol Padang – Sicincin yang melesat dengan kuota 2.100 kendaraan atau melonjak hingga 15,51 persen.

Adapun rekor lonjakan arus lalu lintas tertinggi di jaringan Sumatra berhasil dipegang oleh Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat Seksi 1–4 ruas Kuala Tanjung – Pematang Siantar di bawah manajemen PT Hutama Marga Waskita, dengan volume menembus 21.621 unit kendaraan atau meroket tajam sebesar 42,41 persen di atas LHR normal.

BACA JUGA:Ombudsman Bengkulu Warning Pelaksana SPMB 2026, Minta Jalur Prestasi Transparan Sejak Awa

BACA JUGA:Long Weekend Idul Adha, DLHK Siagakan 210 Petugas dan Armada Sampah Jaga Kebersihan Kota Bengkulu

Menutup keterangannya, Hamdani kembali membunyikan imbauan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan tol agar mengutamakan aspek keamanan berkendara sebelum memasuki gerbang tol.

“Pengguna jalan diharapkan memastikan kondisi kendaraan laik jalan, pengemudi dalam kondisi prima, saldo uang elektronik mencukupi, serta mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan yang berlaku. Jika merasa lelah atau mengantuk, segera beristirahat di rest area terdekat dan tidak memaksakan perjalanan,” pungkas Hamdani menyudahi maklumat korporasinya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: