Kabar Gembira! Harga Cabai di Pasar Taba Penanjung Turun hingga Rp45 Ribu per Kilogram

Kabar Gembira! Harga Cabai di Pasar Taba Penanjung Turun hingga Rp45 Ribu per Kilogram

Kabar Gembira! Harga Cabai di Pasar Taba Penanjung Turun hingga Rp45 Ribu Per Kilogram--(Sumber Foto: Ronal/BETV)

BENGKULU TENGAH, BETVNEWS – Angin segar berembus bagi emak-emak di Kabupaten Bengkulu Tengah. Pasalnya, komoditas harga cabai di Pasar Mingguan Taba Penanjung dilaporkan mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Penurunan harga ini pun langsung disambut antusias oleh masyarakat karena dinilai mampu meringankan beban pengeluaran dapur rumah tangga.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, harga cabai merah keriting yang sebelumnya sempat bertengger di kisaran Rp60 ribu per kilogram, kini merosot tajam ke angka sekitar Rp55 ribu hingga menyentuh Rp45 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Mingguan Taba Penanjung, Yali, membenarkan adanya tren penurunan harga tersebut. Menurutnya, melimpahnya pasokan dari tingkat petani membuat harga jual ke konsumen berangsur kembali ke angka normal.

“Harga cabai turun dari Rp60 ribu menjadi Rp55 ribu, bahkan ada yang Rp45 ribu per kilogram,” ujar Yali, Kamis (4/6/2026).

BACA JUGA:Panitia Pilkades PAW Kungkai Baru Belum Dibentuk, Dinas PMD Seluma Bakal Panggil BPD

BACA JUGA:Matangkan Persiapan SPMB 2026, Disdikbud Kota Bengkulu Imbau Orang Tua Patuhi Jalur Zonasi

Yali menjelaskan, melimpahnya stok cabai di pasaran saat ini menjadi faktor utama yang memicu lesunya harga di tingkat pedagang. Hukum pasar pun berlaku; ketika pasokan melimpah, maka harga otomatis akan ikut melandai.

“Kalau untuk stok cabai saat ini kemungkinan masih banyak, jadi harga kembali normal,” katanya.

Kendati harga saat ini sedang bersahabat bagi kantong konsumen, Yali mengingatkan bahwa komoditas cabai merupakan salah satu bahan pokok yang harganya sangat fluktuatif. Harga cabai masih berpotensi besar mengalami lonjakan mendadak sewaktu-waktu, terutama jika dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem yang melanda wilayah sentra produksi.

“Bisa saja harga melonjak lagi. Faktor utamanya kondisi cuaca,” tambahnya.

BACA JUGA:Jangan Jualan di Jalan Lagi, Pemkot Bengkulu Ajak Pedagang Tempati Kios Gratis di Pasar Panorama

BACA JUGA:Siapkan Anggaran Rp60 Miliar, Gubernur Helmi Pastikan Gaji ke-13 ASN Cair Paling Lambat Senin

Oleh karena itu, para pedagang sangat berharap kondisi cuaca ke depan tetap bersahabat agar proses produksi di tingkat petani dan rantai distribusi logistik ke pasar berjalan tanpa hambatan. Dengan begitu, stabilitas harga cabai dapat terus terjaga sehingga tetap terjangkau bagi daya beli masyarakat luas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: