Bank Indonesia

Stok Menipis, Daging Sapi di Taba Penanjung Ludes Diserbu Warga Meski Harga Merangkak Naik

Stok Menipis, Daging Sapi di Taba Penanjung Ludes Diserbu Warga Meski Harga Merangkak Naik

Stok Menipis, Daging Sapi di Taba Penanjung Ludes Diserbu Warga Meski Harga Merangkak Naik--(Sumber Foto: Ronal/BETV)

BENGKULU TENGAH, BETVNEWS – H-1 menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, pusat keramaian di Kecamatan Taba Penanjung, Bengkulu Tengah, mulai dipadati pembeli. Komoditas daging sapi menjadi buruan utama yang diserbu warga, memicu lonjakan permintaan tajam di tengah ketersediaan stok yang kian terbatas.

Kondisi ini berdampak langsung pada fluktuasi harga di pasaran. Jika pada awal Ramadan harga daging sapi masih bertahan di kisaran Rp135.000 hingga Rp145.000 per kilogram, kini harganya terus merangkak naik.

Dengan kenaikan sekitar Rp15.000, harga daging sapi di Taba Penanjung menyentuh angka Rp150.000 per kilogram pada puncak belanja lebaran.

BACA JUGA:Jamin Keselamatan Pelayaran 12 Jam ke Enggano, Kapolda Bengkulu Cek Fisik Kapal dan Kesehatan Penumpang

BACA JUGA:Fasilitasi Mudik Gratis, Kapolda Bengkulu Lepas Puluhan Warga Menuju Seluma, Manna dan Kaur

Salah satu pedagang daging, Toni Supardi, mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat tahun ini membuat dirinya harus menambah kuota pemotongan hingga empat ekor sapi dalam sehari.

“Motong sapi hari ini empat, bang. Tapi yang satu itu arisan, yang lainnya tiga lebih lah,” ujar Toni.

Toni mengaku lonjakan pembeli kali ini di luar perkiraan awal para pedagang. Meskipun pasokan sapi hidup sulit didapat, ia terus berupaya memenuhi permintaan pasar yang sangat tinggi.

“Permintaan masyarakat di luar dugaan. Perkiraannya sedang-sedang saja, tapi alhamdulillah ramai,” katanya.

BACA JUGA:Kabar Gembira! Pemprov Bengkulu Siapkan Rp5 Miliar untuk Beasiswa Siswa dan Mahasiswa

BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Sediakan Wi-Fi Gratis di 4 Lokasi Strategis, Simak Titiknya

Kenaikan harga dipicu oleh minimnya stok sapi siap potong di tingkat peternak lokal. Menurut Toni, pemotongan besar-besaran pada musim tahun lalu mengakibatkan populasi sapi tahun ini berkurang, sehingga memicu kenaikan harga jual sekitar Rp15.000 per kg.

“Ini termasuk meningkat dari tahun kemarin, malah sapinya yang kurang,” jelasnya.

“Karena sudah dekat Lebaran, harganya makin naik. Bisa naik sekitar Rp15.000,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait