3 Bulan Rusak Parah, Jembatan Taba Pasmah Bengkulu Tengah Mulai Dibeton
Tiga Bulan Rusak Parah, Jembatan Taba Pasmah Bengkulu Tengah Mulai Dibeton--(Sumber Foto: Ronal/BETV)
BENGKULU TENGAH, BETVNEWS – Jembatan penghubung di Desa Taba Pasmah, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah akhirnya mulai direhabilitasi.
Jembatan ini merupakan urat nadi vital yang menjadi akses utama masyarakat menuju area perkebunan sekaligus jalur penghubung antardua kecamatan. Pengerjaan fisik ini resmi dimulai yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Danrem 041/Gamas, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto.
Rehabilitasi infrastruktur ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Jembatan Merah Putih Tahap V dan VI yang digulirkan di berbagai wilayah Provinsi Bengkulu. Pada fase ini, total ada 36 titik jembatan yang ditargetkan rampung, di mana mayoritas konstruksinya akan dirombak total menggunakan cor beton cor agar lebih kokoh.
Danrem 041/Gamas, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, menyatakan bahwa kondisi jembatan di Desa Taba Pasmah tersebut sudah sangat memprihatinkan. Oleh sebab itu, intervensi perbaikan harus dikebut guna memulihkan serta menunjang roda perekonomian masyarakat setempat.
“Kondisi juga memang cukup parah, dan saya yakin, percaya, masyarakat sangat membutuhkan untuk perbaikan jembatan ini, termasuk di wilayah lain,” kata Jatmiko Aryanto, Jumat (5/6/2026).
BACA JUGA:Tiba di Asrama Haji, 393 Jemaah Haji Kloter Pertama Bengkulu Dipantau Kesehatannya Selama 14 Hari
BACA JUGA:Diduga Terpeleset Saat Tugas Malam, Satpam PT MPM Ditemukan Tewas Tersangkut di Pintu Air
Jatmiko menegaskan bahwa suksesi proyek sosial ini membutuhkan sinergi dan dukungan penuh dari seluruh elemen, mulai dari jajaran pemerintah daerah, komitmen TNI, hingga pengawasan melekat dari masyarakat selama proses pengerjaan di lapangan.
“Kita semua bertanggung jawab kepada masyarakat kita, kepada rakyat kita untuk mensejahterakan mereka. Salah satunya adalah perbaikan atau pembangunan jembatan ini,” tambahnya.
Kabar baik ini disambut haru oleh warga Desa Kembang Seri, Ali Kondrin. Dirinya membeberkan bahwa jembatan tersebut sudah dalam kondisi ringsek dan hancur selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Ironisnya, meski taruhannya nyawa, warga terpaksa tetap nekat melintas demi bisa pergi memanen kebun.
“Selalu lewat sini, Pak, kalau mau ke kebun. Kondisinya kurang lebih tiga bulan sudah,” ungkap Ali pilu.
Mewakili suara hati petani lainnya, Ali menaruh harapan besar agar pembangunan kali ini menghasilkan jembatan yang kokoh dan memberikan rasa aman saat dilintasi kendaraan bermuatan hasil bumi.
“Terima kasih. Kalau bisa lebih bagus dari ini,” harapnya.
BACA JUGA:Tutup Utang Proyek Rp170 Miliar, Komisi III DPRD Restui Pemprov Bengkulu Pinjam Rp750 Miliar ke BJB
BACA JUGA:Polda Bengkulu Turun Tangan Usut Keluhan Kesehatan Korban MBG di SDN 18 Kepahiang
Melalui program bedah infrastruktur ini, akses mobilitas transportasi horizontal masyarakat diharapkan kembali normal, angka kecelakaan pengguna jalan dapat ditekan, serta mempercepat pemulihan ekonomi warga yang sempat merosot selama tiga bulan terakhir akibat rusaknya jembatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: