Prabowo Bersih-Bersih BUMN: Selamat Tinggal Penggerogot Uang Negara!
Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hamid, M.P. Peneliti Utama Bidang Kebijakan Publik BRIDA Jawa Timur--(Sumber Foto: Tim/Betv)
BENGKULU, BETVNEWS - Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dijalankan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil yang semakin nyata. Konsolidasi ratusan entitas BUMN menjadi organisasi yang lebih ramping, efisien, transparan, dan profesional merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing nasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Presiden Prabowo menargetkan proses konsolidasi terus dilanjutkan hingga jumlah BUMN yang semula mencapai lebih dari 1.000 entitas menjadi sekitar 250 perusahaan yang lebih sehat, fokus, efisien, transparan, dan memiliki daya saing global. Langkah besar ini diharapkan mampu menghilangkan tumpang tindih usaha, memperkuat tata kelola, serta mengoptimalkan kontribusi BUMN bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
BACA JUGA:Lewat Program KONEKIN, BEM KBM UNIB Resmi Gandeng BETV Bangun Sinergi Media dan Kampus
Kebijakan tersebut disambut antusias oleh banyak kalangan masyarakat yang menaruh harapan besar terhadap lahirnya BUMN yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik. Harapan masyarakat sederhana, yaitu agar setiap rupiah uang negara dikelola secara efisien, bebas dari pemborosan, dan benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
Arahan Presiden agar transformasi terus dilanjutkan hingga terbentuk BUMN yang sehat, fokus, dan berorientasi pada kepentingan rakyat merupakan komitmen kuat dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih. Efisiensi bukan sekadar penghematan anggaran, tetapi juga memastikan setiap rupiah uang negara dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
Kebijakan ini sekaligus menjadi pesan tegas bahwa praktik pemborosan, inefisiensi, dan penyalahgunaan keuangan negara tidak lagi mendapat ruang. BUMN harus menjadi motor penggerak ekonomi nasional, meningkatkan penerimaan negara, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
BACA JUGA:SPMB SD 2026 Ditutup, Beberapa Sekolah di Kecamatan Kampung Melayu Over Kuota
Transformasi ini bukan hanya soal penyederhanaan jumlah perusahaan, tetapi juga membangun budaya kerja yang bersih, profesional, dan berintegritas. Dengan tata kelola yang semakin baik, BUMN diharapkan mampu menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selamat datang BUMN yang bersih, efisien, transparan, dan profesional. Selamat tinggal praktik-praktik yang merugikan keuangan negara. Saatnya setiap rupiah uang negara dikelola secara amanah demi kemajuan Indonesia dan kesejahteraan seluruh rakyat.
Oleh: Abdul Hamid, Ahli Peneliti Utama BRIN/BRIDA Bidang Kebijakan Publik, Lingkungan, Pertanian, dan Kehutanan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: