Harga BBM Non-Subsidi Tinggi, Antrean Bio Solar dan Pertalite Mengular di Bengkulu

Harga BBM Non-Subsidi Tinggi, Antrean Bio Solar dan Pertalite Mengular di Bengkulu

Harga BBM Non-Subsidi Tinggi, Antrean Bio Solar dan Pertalite Mengular di Bengkulu--(Sumber Foto: Ilham/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Antrean panjang kendaraan pengisi BBM khusus jenis Bio Solar dan Pertalite sejak beberapa minggu terakhir diduga disebabkan harga Dexlite, Pertamina Dex dan Pertamax memiliki perbedaan yang tinggal.

Selisih harga yang tinggi membuat pengendara berbodong-bodong mengisi BBM subsidi jenis Pertalite dan Bior Solar. Harga Dexlite Rp 20.150 per liter, Pertamax Rp16.650 per liter. Sementara Pertalite Rp 10.000 per liter, Bio Solar Rp 6.800 per liter.

Kepala  Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana bersama Pertamina Bengkulu melakukan pengecekan sejumlah SPBU penyalur Bio Solar di Kota Bengkulu menyampaikan antrean panjang ini terjadi disebabkan oleh banyaknya pengendara yang beralih dari sebelumnya pengguna Dexlite beralih ke bio solar.

Menurutnya, hasil pemantauan ke SPBU bahwa stok dan suplai bio solar tak pernah terhambat dan stok mencukupi untuk kebutuhan perhari. Terutama SPBU yang di cek yakni SPBU Bumi Ayu, SPBU Kandang, SPBU Tebeng dan SPBU KM 8.

BACA JUGA:Herwan Antoni: Efisiensi Anggaran Tak Boleh Turunkan Kualitas Pelayanan

BACA JUGA:Unib Kukuhkan 6 Guru Besar, Rektor Tekankan Tanggung Jawab Hadirkan Inovasi

"Tak ada kendala untuk stok, suplai pun lancar, namun dari keterangan seluruh SPBU yang didatangi disebabkan oleh peralihan dari pengguna Dexlite ke bio solar sehingga antrian cukup panjang terjadi," terang Rico Yulyana, Rabu (22/7).

Sementara itu, salah satu pengawas SPBU KM 8 Hazil Hamrat mengatakan,  untuk mengantisipasi salah guna penyaluran BBM subsidi ini pihaknya memberlakukan barcode terhadap seluruh kendaraan serta melakukan pembatasan maksimal 40 liter untuk kendaraan pribadi sehingga seluruhnya kebagian dan antrian tak terlalu lama.

"Barcode diperketat dan pembatasan pun diberlakukan khusus untuk kendaraan pribadi asalkan punya barcode tetap dilayani dengan pengecekan plat kendaraan yang tertera di barcode," sampainya.

Disi lain, Sales Branch manager PT Pertamina Patra Niaga Bengkulu, Ahmad Rifqi Maimun mengatakan strategi pun diberlakukan oleh pihaknya untuk menyediakan stok agar tak terlambat yakni dengan mempercepat pengiriman seperti stok untuk hari ini disuplai sehari sebelumnya agar stok tetap tersedia dan antrian bisa terurai.

BACA JUGA:DLHK BS Perketat Pengawasan Limbah PKS, Data Produksi CPO Akan Diminta dari Perusahaan

BACA JUGA:Akui Pakai Dana Perusahaan Rp3,7 M untuk Liburan dan Perawatan, Latifa Dituntut 4,5 Tahun Bui

"Hal ini sudah berlangsung, dan ini merupakan langkah bagi kami agar suplai tak terhambat dan jangan sampai di SPBU terjadi kekurangan," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait