KDMP Jadi Sorotan, Apakah Benar Mengancam Keberlangsungan Warung Rakyat?
Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Koordinator Bidang Pangan, mengatakan bahwa masyarakat salah memahami tentang KDMP.--(Sumber Foto: Doc/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Kecemasan melanda masyarakat Indonesia dengan dihadirkannya sebuah isu opini tentang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Ribuan pemilik warung kelontong merasa cemas karena kedatangan KDMP sebagai pemain baru yang akan memperoleh fasilitas negara.
Bahkan kekhawatiran mulai mencuat disebabkan KDMP bisa saja mengambil pelanggan yang selama ini sudah menjadi sumber nafka pemilik warung kelontong.
Sementara Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Koordinator Bidang Pangan, mengatakan bahwa masyarakat salah memahami tentang KDMP.
BACA JUGA:Tertangkap Basah Curi Alat Pancing, Pemuda di Seluma Diamuk Warga
"KDMP bukan supermarket, bukan pesaing warung, melainkan infrastruktur pemerintah untuk memotong rantai pasok, menyalurkan bantuan pemerintah, menyalurkan barang bersubsidi, dan menjadi penyerap hasil panen petani," ucapnya.
Namun kekhawatiran masyarakat tentang KDMP masih terus bergejolak, bukan karena rakyat anti terhadap koperasi melainkan mereka sedang mempertahankan dapurnya.
Dini hari sektor perdagangan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia.
Data menunjukkan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 30,2 juta UMKM, dan sekitar 99,7% di antaranya adalah usaha mikro.
BACA JUGA:Ketua DPRD Kota Bengkulu: Aspirasi Masyarakat Akan Jadi Bahan dalam Kebijakan Kedepan
Sektor perdagangan menjadi sektor terbesar dengan sekitar 14,4 juta unit usaha, yang sebagian besar berupa warung, kios, toko kelontong, dan usaha keluarga.
Hal ini dapat dipahami bahwa ada jutaan keluarga menggantungkan hidup dari usaha kecil.
Sehingga ketika pemerintah membangun puluhan ribu KDMP, sangat wajar jika ada banyak pertanyaan yang muncul.
Selain itu, warung-warung kecil selama dua dekade terakhir ini telah menghadapi ekspansi ritel modern.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

