Pamit Kerja Dini Hari, Relawan SPPG Padang Serai Ditemukan Tewas di Sungai Bahari
Pamit Kerja Dini Hari, Relawan SPPG Ditemukan Tewas di Sungai Bahari Padang Serai--(Sumber Foto: Angga/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Sempat dikabarkan hilang saat dalam perjalanan menuju tempat kerjanya, seorang relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang Serai bernama Indo Melvi Yunadatia (22), warga Riak Siabun, Kabupaten Seluma, ditemukan tidak bernyawa di Perairan Sungai Bahari, Kampung Bahari, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, pada Senin (14/9/2026).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban terakhir kali berpamitan dari rumah orang tuanya di Sukaraja menuju tempat kerjanya di kawasan Padang Serai, Kota Bengkulu, pada pukul 02.30 WIB dini hari.
Pihak keluarga mengetahui korban hilang setelah mendapat pemberitahuan dari tempat kerjanya. Rekan kerja korban menghubungi keluarga karena hingga pukul 06.00 WIB korban tidak kunjung tiba di lokasi SPPG.
Mendengar kabar tersebut, pihak keluarga yang panik langsung melakukan pencarian mandiri dengan menelusuri rute jalan yang biasa dilalui oleh korban.
BACA JUGA:TGR Pemprov Bengkulu Hampir Rp13 Miliar, Pengembalian Capai 90 Persen dan Didominasi Pihak Ketiga
BACA JUGA:125 Hektare Lahan Terbakar di Bengkulu, Kaur Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah
"Dia dikabarkan hilang setelah pihak SPPG menghubungi keluarga kenapa korban tidak ada di tempat kerjanya, sehingga kita langsung cari dia dengan menelusuri jalan yang dilaluinya," ujar perwakilan keluarga korban, Mustad, Senin (14/9/2026).
Pencarian tersebut membuahkan petunjuk ketika keluarga menemukan satu unit sepeda motor Honda Scoopy berwarna hijau milik korban tersembunyi di semak-semak dan ditutup dengan tumpukan sampah di pinggir perairan Sungai Bahari.
Merasa curiga dengan kondisi tersebut, pihak keluarga bersama warga melanjutkan pencarian di sekitar lokasi hingga berinisiatif menyelam ke dasar sungai. Tak lama kemudian, korban ditemukan di dasar perairan berjarak sekitar 100 meter dari posisi sepeda motornya terparkir.
Di balik penemuan tragis tersebut, pihak keluarga mengungkapkan adanya kejanggalan pada jasad korban. Berdasarkan pengakuan keluarga, ditemukan beberapa batu di dalam pakaian korban yang diduga sengaja dimasukkan sehingga membuat tubuh korban tenggelam ke dasar sungai.
BACA JUGA:Cek Manfaat Ubi Ungu untuk Kesehatan Tubuh, Kaya Antioksidan dan Serat
BACA JUGA:Malam-malam KPK Datangi Rumah Kontraktor di Kota Bengkulu, 2 Koper Dibawa Keluar
"Kami tidak lihat ada luka-luka, tapi ada batu di dalam baju dia," ungkap Mustad.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Bengkulu guna menjalani proses pemeriksaan medis lanjutan (visum et repertum) oleh tim penyidik Polresta Bengkulu untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

