Ada Aturan BBM Terbaru di 2023, Apakah BBM Bersubsidi akan Turun

Senin 26-12-2022,09:47 WIB
Reporter : (**)
Editor : Wizon Paidi

BACA JUGA:Prediksi Resesi Ekonomi dan Tahun Politik, Ini Penyampaian Paulus Sarmono Hadapi 2023

Alasan BBM jenis Pertalite diganti CNG karena diklaim compressed natural gas atau CNG lebih Irit 55 persen dibanding dengan Pertalite.

Keunggulan yang ada pada CNG ini adalah dari sisi kualitasnya yang setara Pertamax Turbo dengan oktan RON 98.

Dari sisi harga, CNG juga diklaim lebih murah dibandingkan harga BBM yang saat ini dipasarkan oleh Pertamina.

Harga jual CNG diperkirakan hanya Rp3.000 per liter.

Jika dibandingkan harga jual BBM jenis Pertalite saat ini Rp10.000 per liter.

Direktur Utama PGN M Haryo Yunianto menyampaikan, pihaknya akan mengoptimalkan pemanfaatan SPBG yang tersebar di seluruh Indonesia.

Haryo mengatakan, saat ini ada 35 SPBG yang akan direaktivasi secara bertahap.

BACA JUGA:Waspada!!! Pelaku Bobol Rumah Kembali Beraksi di Bengkulu

“Saat ini, sudah tiga unit di Semarang (Jawa Tengah) yang telah direvitalisasi,"kata M Haryo Yunianto.

Bagi masyarakat yang masih awam terkait penggunaan bahan bakar CNG ini, Haryo menyampaikan sejumlah informasi penting terkait penggunaan CNG pada kendaraan.

CNG akan disimpan dalam bentuk berupa tabung dengan ukuran 14x53 cm. Ukuran ini memungkinkan penempatan yang aman di sebelah kiri dan kanan kolom kemudi, tanpa mengurangi kenyamanan berkendara

Tabung ini bisa disimpan di bagian kemudi mobil, kapal nelayan, atau bahkan motor.

Tabung berbahan baja dan berstandar keselamatan tinggi memiliki kapasitas 2,5 liter setara premium (lsp) dapat mendukung daya jelajah hingga 100 km dalam sekali pengisian penuh.

"Komposisi utama CNG untuk sepeda motor adalah metana yang bersih dan beroktan tinggi, sehingga mampu memberikan manfaat performa mesin yang baik dan gas buang yang ramah lingkungan,"terang Haryo.

BACA JUGA:14 Narapidana Terima 'Hadiah' Natal, Yuk Intip Hadiahnya

Kategori :