Tidak heran, bila sebagian dari kita akan merasa lalai menjalani salat. Untuk dapat mengatasi hal tersebut dibutuhkan yang namanya solusi.
BACA JUGA:Kisah dalam Surah Al-Kahfi hingga Keutamaan Membacanya
Kemudian, para sahabat memberikan saran kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai panggilan tersebut. Disarankannya sebagai penanda waktu salat yaitu:
- Mengibarkan bendera
- Menyalakan api di atas bukit
- Meniupkan terompet
- Hingga membunyikan lonceng
BACA JUGA:Pengerjaan Jembatan Elevated Dimulai, Selesai Akhir Tahun
Saran tersebut ditolak lantaran dianggap kurang cocok oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, untuk dijadikan panggilan atau seruan salat.
Seperti halnya meniupkan terompet dan membunyikan lonceng tersebut dianggap mengikuti kaum kafir pada zaman itu.
Kemudian, datanglah seorang sahabat Rasulullah, Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu seseorang agar dapat mengumandangkan azan.
BACA JUGA:Hati-hati, 6 Makanan ini Bisa Berbahaya bagi Kesehatan Jika Dipanaskan
Sebagaimana seruan lafal-lafal azan itu seperti saat ini, lalu mimpi tersebut dikabarkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Ternyata tidak hanya Abdullah bin Zaid, Umar bin Khattab juga bermimpi tentang sesuatu hal yang serupa saat mendengar kabar itu.
BACA JUGA:Kisah Ashabul Kahfi Tertidur Selama 309 Tahun, Ceritanya Diabadikan Dalam Al-Qur'an
Umar berkata, "Demi Allah Ta'ala yang mengutusmu dengan Hak ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat di dalam mimpi."