Mengenal Klasifikasi dan Penyebab ABK, Menurut Dokter Spesialis Anak RSKJ Soeprapto

Jumat 08-12-2023,10:30 WIB
Reporter : Robi Jalu
Editor : Ria Sofyan

BENGKULU, BETVNEWS - Setiap orang tua pasti mendambakan seorang anak yang tumbuh dan berkembang normal.

Hanya saja ada anak-anak yang tumbuh berbeda dengan anak pada umumnya karena memiliki keterbatasan atau hambatan.

Mereka biasa disebut Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

BACA JUGA:RSKJ Soeprapto Bengkulu Gelar Edukasi Kelompok Penatalaksanaan Masalah Kecemasan

Anak berkebutuhan khusus sendiri merupakan anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan, memiliki kondisi medis, kondisi kejiwaan, dan/atau kondisi bawaan tertentu.

Mereka membutuhkan perhatian dan penanganan khusus supaya bisa mencapai potensinya.

BACA JUGA:Tidak Punya BPJS, Tetap Bisa Dapat Layanan Rehabilitasi Narkoba RSKJ Soeprapto, Ini Syaratnya

Anak berkebutuhan khusus bukan berarti tidak pintar, tidak berbakat, atau tidak mampu.

Hanya saja, mereka memiliki tantangan khusus yang tidak dihadapi kebanyakan anak-anak lain yang 'normal.

BACA JUGA:Poli Kulit dan Kelamin RSKJ Soeprapto Bengkulu Melayani Pasien BPJS

Kondisi ini terjadi ketika anak memiliki keterbatasan atau keluarbiasaan yang berpengaruh pada proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Hal tersebut membuat anak memerlukan pendampingan yang tepat.

BACA JUGA:RSKJ Soeprapto Bengkulu Miliki 245 Ruang Rawat Inap Bagi Pasien Disabilitas Jiwa

dr. Laila Fitri Rahmi, M. Ked (Ped) SPA selaku Dokter Spesialis Anak RSKJ Soeprapto Bengkulu menjelaskan ada beberapa tingkatan atau klasifikasi Anaka Berkebutuhan Khusus (ABK) baik secara fisik dan Non fisik.

BACA JUGA:Penyebab Gen Z Bisa Terjerumus Komunitas Negatif, Menurut Psikolog Klinis RSKJ Bengkulu

Kategori :