BETVNEWS – Lebih dari 700 kepala dan pendamping desa untuk studi banding ke luar negeri oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Hal itu disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo saat memberikan arahan dalam Lokakarya Pemangku Kepentingan tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa di Kota Bengkulu, Kamis (14/3). menurutnya, para kepala desa dan pendamping desa yang akan studi banding tersebut nantinya akan belajar mengembangkan ekonomi perdesaan di berbagai Negara seperti Cina, India, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Korea Selatan. “Tahun ini saya akan mengirim kepala desa dan pendamping desa ke luar negeri, untuk melihat ternyata di dunia luar kok bisa jauh lebih hebat,” katanya. Rencananya, tahap pertama pengiriman kepala desa dan pendamping desa di luar negeri tersebut akan dilakukan pada tanggal 23 Maret 2018 mendatang. Menurutnya, jumlah peserta yang akan dikirim pada tahap pertama tersebut sebanyak 20 peserta, yang mana 5 diantaranya berasal dari Provinsi Bengkulu. “Mudah-mudahan dengan melihat dan belajar di Negara tetangga tersebut, dapat diterapkan di desa masing-masing tentang bagaimana mengelola BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), desa wisata, sarana pasca panen, OVOP (One Village One Product) yang impact-nya (pengaruh) untuk pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa,” ujarnya. Sebelumnya ia mengatakan, rencana studi banding kepala desa dan pendamping desa tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI, Joko Widodo untuk meningkatkan kapasitas kepala desa dengan mempelajari pembangunan desa di Negara lain. Menurutnya, beberapa Negara tetangga memiliki beberapa model pengembangan ekonomi desa yang dapat diterapkan oleh beberapa daerah di Indonesia. “Salah satunya seperti di Thailand belajar desa wisata dan pertanian,” ujarnya. Di sisi lain terkait kegiatan lokakarya, ia berharap para kepala desa yang hadir dapat memberikan rekomendasi terkait permasalahan dan peraturan yang menghambat perangkat desa dalam melakukan pembangunan. Ia juga tidak ingin pembangunan perdesaan terhambat oleh regulasi yang memberatkan. “Kalau ada peraturan baru yang menghambat kepala desa tolong diberi tahu. Saya dan menteri lain akan me-review dan merubah undang-undang atau peraturan menteri yang mengganggu itu. Manfaatkan lokakarya ini untuk me-review dan mempercepat agar bagaimana kendala-kendala bisa dikurangi,” ujarnya. (Rel)
700 Kades Akan Studi Banding ke Luar Negeri
Jumat 15-03-2019,09:31 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-03-2026,14:12 WIB
Menunggu Juknis Pusat, Pemkot Bengkulu Belum Bisa Pastikan THR bagi PPPK Paruh Waktu
Minggu 15-03-2026,12:22 WIB
Gudang Distributor di Pekan Sabtu Terbakar, Api Berasal dari Mobil Boks Lalu Merambat ke Ribuan Barang
Minggu 15-03-2026,11:19 WIB
Sambut Idulfitri 1447 H, Bupati hingga Sekda Seluma Buka Pintu Rumah Dinas untuk Rakyat
Minggu 15-03-2026,11:14 WIB
Upah Rp3 Miliar Macet, 200 Pekerja Proyek Dapur Makan Bergizi Gratis di Bengkulu Segel Bangunan
Minggu 15-03-2026,11:02 WIB
Kendala Anggaran, Pemprov Bengkulu Kaji Ulang Lelang Maskapai Haji 2026
Terkini
Minggu 15-03-2026,22:57 WIB
Kasus ART Refpin, Potret Telanjang Orang Miskin Memelas Keadilan
Minggu 15-03-2026,21:11 WIB
Tak Sekadar Formalitas, Buka Puasa Bersama Wali Kota dan Wartawan Terasa Seperti Reuni Keluarga
Minggu 15-03-2026,19:15 WIB
Bupati Rifai Instruksikan Seluruh Camat Siapkan Lanjaran, Tradisi Nuju Likur Jadi Agenda Wajib Ramadan
Minggu 15-03-2026,19:02 WIB
Dipicu Dendam dan Pengaruh Miras, Remaja di Seluma Tewas Ditikam di Depan Toilet Warem
Minggu 15-03-2026,17:55 WIB