“Saya sudah coba berjualan didalam, tapi sepi tidak ada pembeli, kalo seperti itu terus rugi kami,” ucap Raya.
Para pedagang berharap Pemerintah Kota Bengkulu bisa memberikan solusi yang lebih realistis dan berpihak kepada nasib mereka yang mengandalkan penghasilan harian dari berjualan.
“Kami siap diatur, tapi jangan dipaksa masuk ketempat yang pembeli saja tidak ada,” tegas Raya.
Hingga saat ini, situasi di kawasan Pasar Minggu masih dalam pengawasan aparat. Pemerintah Kota Bengkulu belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini.
BACA JUGA:Diduga Jadi Sarang Maksiat, Warga Laporkan Warem di Tebat Sibun Seluma
BACA JUGA:Kejati Tangkap Dirut PT Tigadi Lestari di Jakarta, Tersangka Kasus PAD Mega Mall Bertambah