Hal ini bertujuan untuk membunuh bakteri jahat dalam susu. Setelah susu panas, lalu diamkan hingga suhu turun menjadi sekitar 43°C.
2. Campurkan yogurt starter
Setelah susu cukup dingin, tambahkan yoghurt starter dan aduk perlahan hingga tercampur rata.
Pastikan suhu susu tidak terlalu panas saat menambahkan starter, agar kultur bakteri tidak mati.
BACA JUGA:Ini Penyebab Morning Depression yang Perlu Diketahui, Salah Satunya Kurang Nutrisi
BACA JUGA:Aman Dikonsumsi! Cek 6 Manfaat Buah Pir untuk Ibu Hamil dan Janin
3. Fermentasi
Untuk langkah fermentasi, tuangkan campuran susu dan yoghurt ke dalam wadah kedap udara, lalu simpan di tempat yang hangat selama 6 hingga 12 jam.
Waktu fermentasi bisa disesuaikan dengan tingkat kekentalan dan rasa yang diinginkan, semakin lama fermentasi, maka yoghurt akan semakin kental dan asam.
BACA JUGA:Terus Tumbuh dan Naik Kelas Karena BRI, UMKM Teh Asal Bogor Sukses Tembus Rantai Pasok Global
BACA JUGA:Punya Ciri Khas dan Karakteristik yang Berbeda, Cek Disini Jenis-jenis dari Buah Pir
4. Penyimpanan
Setelah fermentasi selesai, periksa yoghurt untuk memastikan tekstur dan rasa yang diinginkan.
Jika sudah sesuai, simpan di kulkas untuk menghentikan proses fermentasi. Yoghurt rumahan ini dapat disimpan dalam kulkas selama sekitar satu minggu.
Yoghurt yang dibuat sendiri bisa dinikmati langsung atau ditambahkan dengan berbagai topping seperti buah segar, madu, atau granola.
Dengan proses yang mudah dan bahan yang sederhana, membuat yoghurt di rumah adalah cara yang menyenangkan untuk menikmati makanan sehat.