Cegah Penyimpangan, Penyaluran BBM Nelayan di Bengkulu Selatan Pakai Barcode

Rabu 09-07-2025,18:27 WIB
Reporter : CW
Editor : Ria Sofyan

BENGKULU, BETVNEWS – Untuk memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kepada nelayan tepat sasaran, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bengkulu Selatan terus melakukan inovasi.

Salah satunya melalui penerapan sistem barcode dalam pengisian BBM di SPBU tertentu.

Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkulu Selatan, Nengsi Affriani, menjelaskan bahwa sistem barcode sudah diterapkan di tiga SPBU aktif yang melayani kebutuhan BBM nelayan, yakni SPBU Ibul, SPBU Kutau, dan SPBU Tanjung Raman.

Dengan sistem ini, setiap kapal nelayan yang terdaftar mendapatkan jatah maksimal 350 liter per minggu.

BACA JUGA:Pemuda Seluma Serukan Dukungan Tambang Emas, Minta Serap Tenaga Lokal

BACA JUGA:Pemkab Seluma Siapkan Lahan untuk Program 3 Juta Rumah Bersubsidi

“Total kapal yang terdaftar saat ini berjumlah 115 kapal, untuk setiap kapal mendapatkan jatah 350 liter per minggu, namun hanya diperuntukkan bagi pemilik kapal saja, tidak termasuk awak kapal,” jelas Nengsi.

Langkah ini dinilai efektif untuk menghindari penyelewengan serta memastikan subsidi BBM benar-benar dinikmati oleh pihak yang berhak, dalam hal ini adalah pemilik kapal nelayan aktif.

Sistem barcode menjadi alat kendali sekaligus pendataan yang lebih akurat dalam proses distribusi.

Di sisi lain, Nengsi menyebut bahwa hingga saat ini belum ada keluhan berarti dari para nelayan terkait penggunaan sistem barcode.

BACA JUGA:Pemuda Ancam Pelajar Pakai Samurai dan Rampas HP di Bengkulu, Ditangkap Polisi

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Akan Bangun Kantor Penghubung di Pulau Enggano

Namun demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara berkala dan siap menindaklanjuti setiap kendala di lapangan.

Salah satu kendala yang sempat terjadi adalah kerusakan mesin di SPBU kawasan Pantai Pasar Bawah, yang merupakan salah satu titik pengisian BBM nelayan. Akibatnya, SPBU tersebut untuk sementara berhenti beroperasi.

“Sudah dua minggu terakhir kami upayakan perbaikan, dan insyallah nanti bisa beroperasi kembali. Untuk nelayan yang belum pernah mengisi BBM di sana, akan kami data ulang untuk keperluan pendistribusian ke depannya,” ujar Nengsi.

Kategori :