Menurutnya, amukan Siklon Senyar yang terjadi pada akhir November 2025 lalu memiliki peran besar yakni memicu curah hujan tinggi di wilayah Sumatera Barat. Hal ini pun dinilai turut menyebabkan kemunculan sinkhole tersebut.
"Di daerah Sumatera Barat terdapat beberapa satuan batuan, salah satunya batu gamping. Ditambah adanya Siklon Senyar yang memicu curah hujan tinggi, kondisi ini sangat memungkinkan terjadinya sinkhole," ujar Wahyu, mengutip dari cnnindonesia.com, Jumat (9/1/2026).
Secara ilmiah, Wahyu menjelaskan sinkhole tidak dapat muncul di semua jenis tanah. Fenomena ini lebih sering terjadi di wilayah karst atau batu gamping, tanah berongga, serta daerah dengan material vulkanik yang telah lapuk.
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Rencanakan Renovasi Pasar Minggu Tahun Ini, Targetkan Pasar Lebih Tertib dan Nyaman
BACA JUGA:Cek Spesifikasi HP Samsung Galaxy A05, Nyaman dan Tahan Lama
Di kawasan karst, air hujan melarutkan batuan kapur dan membentuk rongga bawah tanah yang lama-kelamaan runtuh.
Selain faktor alami, aktivitas manusia juga dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Eksploitasi air tanah berlebihan dapat menurunkan muka air tanah dan memperbesar rongga bawah tanah.
Dampak sinkhole tidak hanya merusak lahan pertanian dan mengubah topografi wilayah, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem serta mencemari air tanah.
BACA JUGA:Perbaikan Jalan Tugu Polwan–Argamakmur, Pemprov Bengkulu Alokasikan Rp30 Miliar dari APBD
BACA JUGA:Pemprov Usulkan Kampung Cina hingga Masjid Jamik Jadi Kawasan Wisata Nasional ke Kementerian PUPR
Rongga yang terbentuk dapat menjadi jalur masuk limbah dan material berbahaya ke sistem sungai bawah tanah. Selain itu, karakter sinkhole yang muncul tanpa peringatan menimbulkan risiko keselamatan jiwa dan trauma psikologis bagi warga.
"Fenomena ini bisa mengancam keselamatan jiwa, merusak infrastruktur, serta mengganggu aktivitas dan siklus ekonomi masyarakat lokal," ungkap Wahyu.
Terkait penanganan, Wahyu menekankan bahwa sinkhole tidak cukup hanya ditutup secara fisik. Diperlukan pendekatan ilmiah melalui survei geologi dan geofisika untuk memetakan kedalaman serta sebaran rongga bawah tanah, seperti metode geolistrik, seismik, dan grtound penetrating radar (GPR).
BACA JUGA:Resmi Rilis, Cek Spesifikasi POCO M8 Series di Sini, Ponsel Terjangkau dengan Fitur Kekinian
BACA JUGA:Truk Trailer Tergelincir di Liku Sembilan, Arus Lalu Lintas Bengkulu–Kepahiang Macet Panjang
Munculnya sinkhole ini menjadi pertanda bahwa kawasan tersebut merupakan kawasan yang cukup berbahaya. Dihimbau agar masyarakat di kawasan rawan, khususnya wilayah kars untuk memperhatikan tanda-tanda awal.