Pemprov Bengkulu Perkuat Sinergi Implementasi PM-AAS Demi Swasembada Pangan

Kamis 30-07-2026,14:21 WIB
Reporter : Ilham Juliandi
Editor : Ria Sofyan

BENGKULU, BETVNEWS - Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS).

Komitmen tersebut disampaikan Mian saat membuka Rapat Koordinasi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) Provinsi Bengkulu di Balai Raya Semarak, Bengkulu, Kamis (30/7).

BACA JUGA:Lelang Barang Rampasan, Kejari Kepahiang Hasilkan Rp20 Juta untuk Kas Negara

BACA JUGA:Hadapi Tantangan Era Digital, Divhumas Polri dan Polda Bengkulu Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

Rapat koordinasi tersebut dihadiri kepala dinas yang membidangi pertanian dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, para penyuluh pertanian, serta pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pelaku sektor pertanian dalam menyukseskan implementasi PM-AAS di Bengkulu.

"Pertama, kita mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas program prioritas Bapak Presiden terkait upaya swasembada pangan yang ditindaklanjuti oleh Menteri Pertanian melalui program PM-AAS," ujar Mian.

BACA JUGA:Tewaskan Pasutri Muda, Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Rumah di Bengkulu Utara

BACA JUGA:Kekurangan Komputer, SMAN 5 Lebong Harapkan Bantuan Pemprov Bengkulu untuk Dukung Pembelajaran dan Ujian

PM-AAS merupakan sistem pertanian modern berbasis mekanisasi yang mencakup penggunaan alat modern sejak proses tanam, dukungan sarana produksi pertanian (saprotan), hingga ketersediaan sumber daya air yang memadai.

Mian menegaskan, ketersediaan air baku menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan implementasi PM-AAS di Bengkulu.

"Intinya adalah modernisasi dan mekanisasi, mulai dari penaburan benih menggunakan alat modern yang didukung saprotan yang memadai, termasuk ketersediaan sumber daya air. Bengkulu menjadi salah satu provinsi yang akan menerapkan sistem tersebut," katanya.

BACA JUGA:Dedy Pastikan RSHD Pertahankan Akreditasi Paripurna, Pelayanan Pasien Makin Optimal

BACA JUGA:Tidak Punya Bendera Bukan Lagi Alasan, Pemkab BS Bagikan Merah Putih Gratis untuk Warga Sambut HUT RI ke-81

Ia menambahkan, keberhasilan program pertanian modern, termasuk program cetak sawah dan Optimalisasi Lahan (Oplah), tidak hanya bergantung pada ketersediaan alat dan teknologi, tetapi juga pada kecukupan air baku serta jaringan irigasi yang berfungsi optimal.

Karena itu, Mian meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII berperan aktif memastikan pasokan air mampu menjangkau seluruh kawasan pertanian yang menjadi sasaran program.

Kategori :