Arabika umumnya memiliki acidity atau keasaman yang lebih terasa. Dalam dunia kopi, keasaman ini tidak selalu berarti rasa seperti cuka, tetapi dapat memberikan sensasi segar dan cerah seperti buah.
Robusta biasanya memiliki keasaman yang lebih rendah sehingga rasa pahit dan kuatnya lebih dominan.
Perlu diingat, tingkat keasaman dalam seduhan juga dipengaruhi oleh proses pengolahan, tingkat sangrai, asal kopi, dan metode penyeduhan.
BACA JUGA:Atasi Dampak Kemarau, Pemkab Bengkulu Selatan Keruk Sedimentasi Bendungan Selebang
4. Perbedaan Kandungan Kafein
Salah satu perbedaan yang cukup jelas adalah kandungan kafein. Secara umum, biji Robusta memiliki kafein lebih tinggi dibandingkan Arabika, bahkan sekitar dua kali lipat berdasarkan berat biji dalam sejumlah perbandingan.
Karena itu, Robusta sering dipilih oleh orang yang menyukai sensasi kopi yang lebih kuat.
Namun, jumlah kafein dalam secangkir kopi tidak hanya ditentukan oleh jenis bijinya. Takaran kopi, metode seduh, ukuran sajian, dan proses ekstraksi juga berpengaruh.
5. Perbedaan Bentuk Biji
Bentuk biji juga bisa menjadi petunjuk sederhana untuk membedakan keduanya.
BACA JUGA:6 Jenis Buah yang Bagus Dikonsumsi Penderita Asam Lambung di Pagi Hari, Ada Pisang hingga Pepaya
Biji Arabika umumnya memiliki bentuk lebih lonjong atau oval dengan ukuran relatif lebih besar.
Sementara biji Robusta cenderung lebih kecil dan membulat dengan garis tengah yang lebih lurus.
Namun, bentuk biji sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya patokan karena tampilan dapat berbeda berdasarkan varietas dan proses pengolahan.
6. Perbedaan Tempat Tumbuh
Arabika cenderung menyukai lingkungan yang lebih sejuk dan banyak ditanam di daerah dengan ketinggian lebih tinggi. Tanaman ini juga relatif lebih sensitif terhadap penyakit dan kondisi lingkungan.