BACA JUGA:Perlu Tahu! Cara Mengatur Pola Makan Sehat, Sederhana dan Mudah Diterapkan Setiap Hari
Misalnya, biarkan anak memilih antara wortel atau brokoli, mencuci sayuran, atau membantu memasukkan bahan ke dalam wadah dengan pengawasan orang tua. Pengalaman tersebut bisa membuat sayuran terasa lebih menarik bagi anak.
4. Berikan contoh dengan ikut makan sayur
Anak sering belajar melalui apa yang dilihat dari orang di sekitarnya. Jika orang tua jarang makan sayur, anak bisa saja menganggap sayuran bukan makanan yang penting.
Cobalah makan sayur bersama anak dan tunjukkan bahwa makanan tersebut merupakan bagian normal dari menu keluarga.
Hindari terlalu sering mengatakan bahwa sayur adalah makanan yang wajib dimakan jika ingin anak tidak merasa tertekan.
BACA JUGA:Praktis dan Mudah Dibuat, Rekomendasi Masakan Rumahan Enak Olahan Tomat
5. Campurkan sayur ke dalam makanan favorit
Jika anak masih sulit menerima sayuran secara langsung, kamu bisa mengombinasikannya dengan makanan yang sudah disukai.
Sayuran dapat dicampurkan ke dalam telur dadar, sup ayam, nasi goreng, bakso rumahan, pasta, atau perkedel.
Dengan begitu, anak bisa mengenal rasa dan tekstur sayuran secara perlahan tanpa merasa sedang dipaksa mencoba makanan yang sama sekali baru.
BACA JUGA:5 Manfaat Petai untuk Kesehatan Wanita, Cek Disini!
6. Jangan memaksa anak menghabiskan sayur
Memaksa anak makan sayur sampai habis justru dapat membuat pengalaman makan menjadi tidak menyenangkan.
Anak bisa semakin menganggap sayuran sebagai sesuatu yang harus dihindari. Berikan porsi kecil terlebih dahulu dan biarkan anak mencoba sesuai kemampuannya.
Jika ditolak, orang tua bisa menawarkan kembali pada kesempatan berikutnya tanpa memarahi atau mempermalukannya.