Fotokeratitis dapat terjadi setelah terpapar sinar UV intens dalam waktu singkat, seperti saat berada di pantai atau daerah bersalju tanpa kacamata pelindung.
Meskipun gejala ini biasanya sembuh dalam beberapa hari, namun rasa sakit dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA:DPD RI dan BRIN l-ICMI Siap Kolaborasi Gagas RUU Artificial intelligence
BACA JUGA:Parsadaan Harahap Buka Sosialisasi di Lebong, KPU RI Genjot Pendidikan Pemilih Berkelanjutan
2. Meningkatkan Risiko Terjadinya Katarak pada Lensa Mata
Katarak adalah kondisi di mana lensa mata menjadi keruh dan mengganggu penglihatan dan paparan sinar UVB yang berkepanjangan dapat mempercepat pembentukan katarak dengan merusak protein dalam lensa mata.
Katarak yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menyebabkan kebutaan sehingga kamu perlu berhati-hati terhadap kondisi yang satu ini.
Berdasarkan penelitian, sinar UVB adalah salah satu penyebab utama katarak terutama di negara-negara dengan intensitas sinar matahari yang tinggi.
Oleh sebab itu, mencegah paparan UV dapat membantu memperlambat perkembangan katarak dan menjaga kejernihan lensa mata.
BACA JUGA:Cegah Kerontokan Rambut dengan Gunakan Lidah Buaya, Cek Manfaat Lengkapnya Disini!
BACA JUGA:Hindari! Berikut Daftar Makanan yang Jadi Pemicu Jerawat di Wajah
3. Memicu Terjadinya Pterigium
Pterigium adalah pertumbuhan jaringan abnormal pada permukaan mata yang berbentuk segitiga dan sering terjadi di dekat bagian putih mata yang mengarah ke kornea.
Kondisi ini diyakini disebabkan oleh paparan sinar UV berlebihan, terutama pada orang yang sering beraktivitas di luar ruangan sehingga kamu perlu berhati-hati.
Pterigium sendiri dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan penglihatan kabur. Bahkan dalam beberapa kasus, pertumbuhan jaringan ini dapat menutupi kornea dan mengganggu penglihatan sehingga perlu diangkat melalui prosedur operasi.
BACA JUGA:Sidang Korupsi PLTA Musi, Saksi Akui Pinjam Perusahaan dan Terima Fee Proyek