Di titik hulu Sungai Selali, BOD5 tercatat 7,29 mg/L, sedangkan batas maksimum yang menjadi acuan sebesar 3 mg/L. Sementara COD mencapai 43 mg/L dari batas maksimum 25 mg/L.
Kondisi serupa ditemukan pada titik hilir. BOD5 tercatat 8,17 mg/L dan COD mencapai 48 mg/L. Kedua parameter itu juga berada di atas batas baku mutu.
Meski terdapat parameter yang melampaui batas pada air sungai, Erwin menegaskan hasil uji laboratorium belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa kondisi Sungai Selali disebabkan oleh aktivitas PT SBS.
Menurutnya, kualitas air sungai dapat dipengaruhi berbagai faktor yang berasal dari sepanjang aliran sungai. Karena itu, temuan pada titik hulu maupun hilir perlu dilihat secara menyeluruh.
BACA JUGA:Ini Daftar Kelompok Orang yang Pantang Makan Buah Nangka, Salah Satunya Penderita Alergi
BACA JUGA:Efek Samping Konsumsi Buah Murbei bagi Kesehatan, Berlebihan Bisa Sebabkan Gangguan Pencernaan
“Untuk di sungai sendiri banyak faktor yang menyebabkan adanya baku mutu yang terlampaui. Bukan hanya dari kegiatan operasional pengolahan TBS di pabrik kelapa sawit PT SBS, tetapi ada faktor lainnya,” jelas Erwin.
Erwin menjelaskan, pemeriksaan terhadap Outlet Kolam 11 dilakukan untuk mengetahui kondisi air yang keluar setelah melalui sistem pengolahan limbah perusahaan.
“Karena sudah kita cek, baku mutu di Kolam 11 sudah sesuai,” katanya.
Sementara itu, Manager PT SBS Ahmad Simaremare menyampaikan perusahaan tetap berkomitmen melakukan perbaikan dalam pengelolaan lingkungan, termasuk memperhatikan kondisi Sungai Selali.
“PT SBS tetap berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dalam pengolahan limbah yang ada di perusahaan, termasuk dalam pengelolaan atau normalisasi Sungai Selali,” ujar Ahmad.
BACA JUGA:Memenuhi Kebutuhan Antioksidan, Ini Manfaat Buah Murbei bagi Kesehatan yang Perlu Diketahui
BACA JUGA:Enaknya, Cara Membuat Cilok Bumbu Kacang, Kenyal dan Gurih untuk Camilan di Rumah
Menurut Ahmad, perhatian perusahaan tidak hanya difokuskan pada pengelolaan limbah di dalam kawasan perusahaan, tetapi juga terhadap kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional.
“Komitmen kami bukan hanya pada pengelolaan limbah di dalam perusahaan, tetapi juga bagaimana lingkungan di sekitar perusahaan, termasuk sepanjang aliran Sungai Selali, tetap mendapat perhatian,” katanya.
Sampel air dalam pemeriksaan ini diambil oleh tim DLHK Kabupaten Bengkulu Selatan pada 22 September 2026. Selanjutnya, sampel diuji oleh UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu.