BENGKULU, BETVNEWS - Pencegahan korupsi harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui penanaman nilai kejujuran, kesederhanaan, dan tanggung jawab sejak dini. Keluarga dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mencegah perilaku koruptif.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu Mian saat membuka sosialisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bertema “Membangun Budaya Integritas dari Keluarga Melalui Pola Kolaborasi Komunitas”, Selasa (20/10). Kegiatan ini dihadiri Wakil Kepala Satgas II Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Dion Hardika dan Anggota DPR RI Eko Kurnia Ningsih.
Mian mengapresiasi perhatian KPK RI dalam memperkuat pendidikan integritas di Provinsi Bengkulu. Menurutnya, pendidikan antikorupsi berbasis keluarga menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mencegah korupsi.
BACA JUGA:Bupati Rifai Tajuddin Luncurkan Membara Mobile, Disiplin ASN Bengkulu Selatan Diperketat
BACA JUGA:Polda Kirim Berkas Perkara Korupsi Rekrutmen 93 Tenaga Non ASN RSKJ Soeprapto ke Kejaksaan
“Pertama, kita memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tim, terutama Divisi Pendidikan KPK RI, yang terus memberikan perhatian kepada Provinsi Bengkulu. Hari ini, kita melaksanakan pendidikan integritas bagi keluarga sebagai upaya mencegah perilaku koruptif,” ujar Mian.
Ia juga mengingatkan bahwa gaya hidup hedonis dan kebiasaan memaksakan pengeluaran di luar kemampuan dapat menjadi faktor risiko perilaku koruptif. Karena itu, keluarga perlu membiasakan pola hidup sederhana, kejujuran, serta pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.
Selain pendidikan integritas di lingkungan keluarga, Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel guna mencegah penyimpangan serta memastikan pengelolaan anggaran daerah dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
BACA JUGA:Sultan B Najamudin Salurkan 150 Kuota Beasiswa KIP-K untuk Mahasiswa Universitas Dehasen
BACA JUGA:HUT Golkar ke-62, Derta Rohidin: Kepercayaan Rakyat Harus Dijaga dengan Karya Nyata
“Pak Gubernur juga memiliki komitmen serius agar seluruh proses tata kelola keuangan daerah dibuka secara terang-benderang. Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan integritas bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Dion Hardika menegaskan bahwa pencegahan korupsi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. KPK tidak dapat bekerja sendiri sehingga dukungan keluarga dan komunitas diperlukan untuk membangun budaya antikorupsi.
“KPK tidak bisa bekerja sendiri dalam upaya pencegahan. Karena itu, diperlukan dukungan berbagai lapisan masyarakat, terutama keluarga dan komunitas lainnya,” tutupnya.