Jika perut terasa tidak nyaman setelah makan markisa, kurangi porsinya dan perhatikan apakah keluhan berangsur membaik.
3. Memicu Diare pada Sebagian Orang
Konsumsi markisa dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan asupan serat dan mempercepat aktivitas saluran pencernaan pada sebagian orang.
Kondisi ini berpotensi menyebabkan buang air besar lebih sering atau tinja menjadi lebih lunak.
BACA JUGA:Kaya Nutrisi, Ini Manfaat Kacang Pistachio untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Janin
Risiko gangguan pencernaan juga dapat meningkat jika markisa diolah menjadi minuman dengan banyak gula.
Jika mengalami diare, kurangi konsumsinya dan pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Apabila diare berlangsung lama atau disertai tanda dehidrasi, segera cari bantuan medis.
4. Menimbulkan Reaksi Alergi
Walaupun jarang, sebagian orang dapat mengalami alergi setelah mengonsumsi markisa.
Gejalanya bisa berupa gatal pada mulut, ruam kulit, bibir membengkak, atau gangguan pencernaan.
Jika muncul gejala alergi, hentikan konsumsi dan perhatikan perkembangannya.
BACA JUGA:Bantu Jaga Kelembapan hingga Cegah Kanker Kulit, Ini Manfaat Minyak Zaitun dalam Dunia Kecantikan
pabila terjadi kesulitan bernapas, pembengkakan pada lidah atau tenggorokan, maupun pusing berat, segera cari pertolongan medis darurat karena kondisi tersebut dapat menandakan reaksi alergi serius.
5. Meningkatkan Asupan Gula dari Minuman Olahan
Markisa segar yang dikonsumsi utuh berbeda dengan jus, sirup, atau minuman markisa yang ditambahkan gula.
Produk olahan tersebut dapat mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi jika dikonsumsi terlalu sering.