Beberapa platform menyediakan transaksi mulai dari pecahan yang sangat rendah sehingga masyarakat dapat menabung emas secara bertahap sesuai kemampuan.
3. Cara Pembelian
Pembelian emas fisik biasanya dilakukan melalui toko emas, butik logam mulia, pegadaian, atau penjual yang terpercaya.
BACA JUGA:Resmi Dikukuhkan DKPP, Ini Daftar 6 Anggota TPD Perwakilan Provinsi Bengkulu 2026–2027
Setelah pembayaran selesai, pembeli akan menerima emas beserta dokumen atau bukti pembelian sesuai produk yang dipilih.
Adapun emas digital dapat dibeli melalui aplikasi penyedia layanan. Pengguna cukup membuat akun, melakukan verifikasi identitas jika diperlukan, mengisi saldo, kemudian membeli emas sesuai nominal yang tersedia.
4. Penyimpanan dan Keamanan
Emas fisik membutuhkan tempat penyimpanan yang aman. Pemilik bisa menggunakan brankas pribadi atau fasilitas penyimpanan khusus untuk mengurangi risiko kehilangan dan pencurian.
Pada emas digital, penyimpanan biasanya dikelola oleh penyedia layanan atau mitra penyimpanan yang bekerja sama dengan platform.
BACA JUGA:Bikin Penasaran! Ini 4 Produk Logam Mulia Antam yang Cocok Dijadikan Investasi Jangka Panjang
Meski lebih praktis, investor tetap perlu memperhatikan keamanan akun, perlindungan data, serta kejelasan keberadaan emas yang menjadi dasar saldo digitalnya.
5. Biaya Tambahan
Pembelian emas fisik dapat melibatkan biaya cetak, sertifikat, kemasan, atau selisih antara harga jual dan harga pembelian kembali. Besarnya biaya bergantung pada jenis dan penyedia emas.
Sementara itu, emas digital bisa memiliki biaya administrasi, biaya penyimpanan, biaya transaksi, atau biaya pencetakan ketika saldo emas ingin diubah menjadi emas fisik.
Karena ketentuannya berbeda pada setiap platform, calon investor perlu membaca rincian biaya sebelum membeli.
BACA JUGA:Biar Terhindar dari Produk Palsu, Ini Cara Mengecek Keaslian Emas Antam