Bank Indonesia

Warga Seluma Keluhkan Harga Ayam yang Tak Kunjung Turun Sepekan Setelah Idulfitri

Warga Seluma Keluhkan Harga Ayam yang Tak Kunjung Turun Sepekan Setelah Idulfitri

Warga Seluma Keluhkan Harga Ayam yang Tak Kunjung Turun Sepekan Setelah Idulfitri--(Sumber Foto: Jul/BETV)

SELUMA, BETVNEWS – Memasuki sepekan pascaperayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, gejolak harga pangan khususnya daging ayam potong di Kabupaten Seluma masih menjadi beban bagi masyarakat. Hingga kini, tren harga di pasar-pasar tradisional belum menunjukkan tanda-tanda pelandaian dan masih bertahan di level yang cukup tinggi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga ayam potong di tingkat pengecer masih bertengger di kisaran Rp42.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Fenomena bertahannya harga tinggi ini diduga kuat akibat akumulasi permintaan konsumen yang tetap masif, mulai dari masa puncak menjelang lebaran hingga periode silaturahmi saat ini.

Mira, salah satu pedagang ayam di pasar setempat, mengungkapkan bahwa para pedagang berada dalam posisi sulit karena harga modal dari tingkat penyalur masih sangat tinggi.

"Kami masih jual di kisaran Rp42 ribu sampai Rp45 ribu per kilo. Harga dari distributor belum turun, jadi kami juga belum bisa menurunkan harga," ujar Mira.

BACA JUGA:Belanja Pegawai Tembus 50 Persen APBD, Nasib 2.119 PPPK Seluma di Ujung Tanduk?

BACA JUGA:Pemkot Pagar Alam Gelar Salat Id di 3 Lokasi Berbeda, Sekda Ajak Warga Perkuat Kebersamaan di Hari Raya

Kondisi ini praktis memicu keluhan dari para ibu rumah tangga. Mereka menyayangkan lambatnya pemulihan harga ke angka normal pascaperayaan hari besar, sehingga memaksa warga untuk merogoh kocek lebih dalam demi memenuhi kebutuhan dapur.

"Sejak sebelum lebaran sampai sekarang harganya masih tinggi, belum pernah di harag 30 ribu per kilo. Sekarang di atas Rp42 ribu itu sudah sangat mahal," ungkap salah satu pembeli dengan nada kecewa.

Merespons situasi yang kian memberatkan ekonomi rumah tangga ini, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Seluma melalui dinas terkait untuk segera melakukan intervensi pasar. Langkah stabilisa harga dinilai sangat mendesak agar komoditas hewani ini kembali terjangkau oleh seluruh lapisan warga.

"Tentunya kami minta agar ada stabilisasi harga dari pemerintah," tegasnya.

Diharapkan dengan adanya langkah nyata dari otoritas daerah, rantai distribusi dapat kembali normal dan harga daging ayam di Bumi Serawai Serasan Seijoan bisa segera stabil di kisaran harga standar.

BACA JUGA:Seluruh Jemaah Selamat, Pemerintah Fokus Pemulihan Pasca Kebakaran Bus Umrah di Madinah

BACA JUGA:Jalur Energi Global Memanas, Indonesia Amankan Akses Tanker di Selat Hormuz

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait