Ini Penjelasan Branch Manager Terkait Dugaan Fraud Dana KUR di Lingkungan BSI Bengkulu
Area Branch Manager BSI Bengkulu, Adi Putro Maryono angkat bicara terkait dugaan penipuan (fraud) dana KUR di lingkungan Bank Syariah Indonesia (BSI) Bengkulu.--(Sumber Foto: Imron/BETV)
"Yang saya tekankan yaitu harus ada pengawasan melekat. Pengawasan internal secara intensif di seluruh bank. Bukan hanya di BSI. Karena ini untuk memastikan agar pinjaman KUR itu benar-benar sampai kepada UMKM," ujarnya
BACA JUGA:Aksi Perang Sarung di Kota Bengkulu Makin Meresahkan, Kejar-kejaran dan Masuk Warung Milik Warga
Ia menyebutkan, saat ini ada sekitar 35 ribu UMKM yang tersebar di Bengkulu. Salah satu persoalan klasik yang dihadapi UMKM tersebut, kata dia, adalah modal.
"Nah, BUMN-BUMN ini merupakah salah satu yang mensuport terhadap permodalan-permodalan. Apalagi saat ini, di zaman Presiden Prabowo ini akan menggalakkkan dan menghidupkan ekonomi dari bawah. Baik melalui usaha mikro, kecil, maupun usaha menengah, dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen," paparnya.
Erna Sari Dewi juga menjelaskan, dari paparan Area Branch Manager BSI, penyaluran KUR di Bengkulu sudah terlaksana dengan capaian yang baik.
BACA JUGA:Minggu Pertama Ramadan, Harga Komoditas Sayuran di Pasar Panorama Melonjak Naik
"Karena itu saya menilai BSI ini kredibel untuk mempersiapkan lagi untuk penyaluran KUR berikutnya," tukas mantan Ketua DPRD Kota Bengkulu ini.
Menanggapi perkara fraud perbankan yang kasusnya sudah bergulir di Pengadilan Negeri Bengkulu, ia mengaku sudah memberi pandangan soal itu.
"Saya sudah mengatakan bahwa ini harus dibenahi. Seluruh bank BUMN, bukan hanya BSI, harus ada pengawasan melekat terhadap peminjaman KUR ini. Supaya tidak ada lagi debitur atau nasabah topengan ini," katanya.
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Kehilangan Ratusan Miliar Anggaran Tranfer Pusat, Proyek Fisik Terancam Terhambat
Menurutnya, salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya nasabah topengan ini adalah karena tidak mengacu ke data UMKM yang tersertifikasi.
"Kalau mereka punya data, kan tinggal menggunakan data yang tersertifikasi itu," imbuhnya.
Karena itu pula, ia meminta agar SDM di perbankan juga dievaluasi. Selain itu, perlu juga ditingkatkan pengawasan melekat pada semua level manajerial.
BACA JUGA:Partai NasDem bersama Koalisi Ajukan Tiga Nama ke DPP untuk Pilkada Ulang Bengkulu Selatan
"Ketika KUR itu dikucurkan harus benar-benar dikroscek dan harus ada pengawasan yang ketat untuk itu," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


