Bank Indonesia

Geliat Roda Ekonomi di Balik Arus Mudik, Antara Tradisi dan Potensi Kebijakan 'Gerak Bersama'

Geliat Roda Ekonomi di Balik Arus Mudik, Antara Tradisi dan Potensi Kebijakan 'Gerak Bersama'

Geliat Roda Ekonomi di Balik Arus Mudik, Antara Tradisi dan Potensi Kebijakan 'Gerak Bersama'--(Sumber Foto: Tim/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Indonesia mengalami fenomena luar biasa yang tidak hanya menyentuh aspek sosial budaya, tetapi juga mengguncang struktur ekonomi nasional setiap tahun, yakni Pulang Kampung (Pulkam). Apa yang terjadi dalam rentang H-7 hingga H+7 Lebaran adalah perpindahan massal manusia terbesar kedua di dunia setelah China. Ini bukan sekadar tradisi; ini adalah reset ekonomi geografis Indonesia.

BACA JUGA:Oknum Legislator Kota Bengkulu Diduga Diciduk Saat Pesta Narkoba, Polisi Masih Bungkam

BACA JUGA:Haji 2026 Tetap Berangkat, Kemenhaj Bengkulu Minta Jemaah Tak Terpengaruh Konflik Iran-AS

Ledakan Ekonomi dalam Hitungan Hari

Bayangkan angka ini, pada musim mudik Lebaran 2024 saja, pergerakan masyarakat diprediksi mencapai 193,6 juta orang, tahun 2025 sampai154 juta. Angka ini setara dengan 70% populasi Indonesia yang berpindah tempat dalam waktu kurang dari dua minggu.

Fenomena ini menciptakan gelombang ekonomi yang dahsyat:

1. Belanja Konsumsi

Nilai perputaran uang selama mudik mencapai angka triliunan rupiah. Dari parsel oleh-oleh khas Jakarta yang dibawa ke kampung, hingga belanja pangan segar di pasar tradisional daerah tujuan. Masyarakat kelas menengah perkotaan membawa uang tunai dalam jumlah besar ke desa-desa, menciptakan efek multiplier effect yang signifikan bagi ekonomi pedesaan.

2. Transportasi

Operator transportasi darat, laut, dan udara mengalami masa panen. Pendapatan PT KAI, maskapai penerbangan, dan jasa tol dalam sebulan bisa melebihi pendapatan tiga bulan biasa. Tak hanya itu, industri otomotif juga mencatat peningkatan penjualan kendaraan pasca-mudik karena masyarakat merasa perlu kendaraan yang lebih layak untuk perjalanan jauh.

3. Akomodasi

Hotel bintang 2 hingga 5 di kota-kota kecil yang biasanya sepi mendadak penuh. Homestay dan jasa sewa villa di daerah wisata yang dilalui jalur mudik seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Utara melonjak harga hingga 200%.

Pulkam adalah mesin ekonomi yang bergerak sendiri, digerakkan oleh hati dan tradisi, tanpa perlu suntikan anggaran iklan dari pemerintah.

BACA JUGA:33 Masjid di Jalur Lintas Kota Bengkulu Disiagakan Jadi Rest Area Ramah Pemudik

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait