Dampak Teknologi Digital terhadap Interaksi Generasi Muda
Ilustrasi. Dampak Teknologi Digital terhadap Interaksi Generasi Muda--(Sumber Foto: Doc/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Perkembangan teknologi digital di Indonesia saat ini semakin pesat dan membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Kehadiran internet, media sosial, aplikasi percakapan, hingga berbagai platform digital membuat aktivitas manusia menjadi lebih mudah dan cepat.
Teknologi kini bukan hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari belajar, mencari hiburan, hingga membangun hubungan sosial.
Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 229 juta orang atau 80,66 persen dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin dekat dengan penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Generasi muda menjadi kelompok yang paling aktif menggunakan internet dan media sosial. Hampir seluruh aktivitas dilakukan melalui telepon genggam dan jaringan internet.
BACA JUGA:Peran Pemuda dalam Berperilaku Literasi Digital di Tengah Disinformasi
Komunikasi yang sebelumnya lebih sering dilakukan secara langsung kini mulai beralih ke media digital seperti chat, video call, dan media sosial. Banyak anak muda merasa komunikasi melalui dunia maya lebih praktis, cepat, dan efisien dibandingkan bertemu secara langsung. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial generasi muda.
Dalam kajian sosiologi, perubahan ini dapat dijelaskan melalui teori perubahan sosial yang menyatakan bahwa masyarakat akan terus mengalami perubahan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Kehadiran teknologi digital secara perlahan mengubah cara masyarakat berkomunikasi, bergaul, dan membangun hubungan sosial.
Di sisi positif, teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi generasi muda. Internet memudahkan akses informasi dan membantu proses pembelajaran. Media sosial juga menjadi sarana untuk mengekspresikan kreativitas, memperluas relasi, hingga membuka peluang pekerjaan baru di bidang digital. Berdasarkan survei APJII tahun 2025, media sosial menjadi salah satu alasan utama masyarakat Indonesia menggunakan internet dengan persentase sekitar 24,80 persen.
BACA JUGA:Sumbangan Kolektif ASN dan Pejabat, Pemkot Bengkulu Berhasil Himpun 71 Ekor Sapi Kurban
Namun, perkembangan teknologi digital juga membawa dampak negatif terhadap kehidupan sosial generasi muda. Interaksi tatap muka mulai berkurang karena banyak orang lebih sering berkomunikasi melalui layar ponsel. Tidak sedikit remaja yang terlalu fokus pada media sosial sehingga kurang peduli terhadap lingkungan sekitar.
Selain itu, penggunaan teknologi yang berlebihan juga dapat menyebabkan ketergantungan gadget, menurunkan kualitas komunikasi langsung, hingga memunculkan masalah sosial seperti penyebaran hoaks dan cyberbullying. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi generasi muda di era digital saat ini. Teknologi memang memberikan kemudahan dalam berbagai bidang, tetapi penggunaannya harus dilakukan secara bijak agar tidak mengurangi nilai-nilai sosial dalam kehidupan masyarakat.
BACA JUGA:Rabu Besok, Pemkot Bengkulu Fasilitasi Salat Iduladha di Masjid Merah Putih dan At-Taqwa
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia juga terus mendorong program literasi digital agar masyarakat mampu menggunakan media digital secara sehat dan bertanggung jawab.
Pada akhirnya, teknologi digital tidak dapat dipisahkan dari kehidupan generasi muda. Oleh karena itu, keseimbangan antara interaksi di dunia digital dan hubungan sosial secara langsung perlu terus dijaga agar nilai kebersamaan, empati, dan komunikasi nyata tetap terpelihara di tengah perkembangan zaman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: