Kabar Baik Bagi Petani Sawah! Bulog Akan Serap 1.023 Ton Beras Lokal Bengkulu
Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Rizon, usai rapat koordinasi bersama Kanwil Perum Bulog Bengkulu dan jajaran pada Rabu, 5 Februari 2025.--(Sumber Foto: Ilham/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Kabar menggembirakan bagi petani sawah di Provinsi BENGKULU. Pasalnya, Badan Urusan Logistik (Bulog) akan menyerap gabah petani dalam bentuk beras dengan jumlah mencapai 1.023 ton.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) telah menandatangani kerjasama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Perum Bulog Bengkulu mengenai penyerapan gabah petani lokal, yang disaksikan oleh Menteri Pertanian pada 30 Januari 2025 lalu.
"Kami telah menandatangani kerjasama terkait penyerapan gabah petani. Bulog diamanahkan untuk menyerap setara beras sebanyak 1.023 ton," ungkap Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Rizon, usai rapat koordinasi bersama Kanwil Perum Bulog Bengkulu dan jajaran pada Rabu, 5 Februari 2025.
BACA JUGA:Minat Bekerja ke Luar Negeri Cukup Tinggi, Disnaker Kota Bengkulu Minta Warga Tempuh Jalur Resmi
Ia menjelaskan, dalam nota kesepahaman (MoU) tersebut, Bulog akan membeli gabah petani dengan harga Rp 6.500/kg dan beras dengan harga Rp 12.000/kg, sesuai dengan aturan yang baru diterbitkan oleh pemerintah.
"Komitmen bersama Bulog adalah harga serap gabah petani di Rp 6.500/kg dan beras Rp 12.000/kg," ujar Rizon.
BACA JUGA:Efisiensi Anggaran, Pemkab Seluma Pangkas Dana Alokasi Umum dan Khusus hingga Rp108 Miliar
Lebih lanjut, Rizon menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi agar proses penyerapan gabah dari petani bisa berjalan dengan efektif dan efisien. Dinas Pertanian di tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu pun diharapkan dapat berperan aktif dalam proses ini.
"Dinas Pertanian kabupaten/kota agar dapat menindaklanjuti sehingga Bulog dapat menyerap gabah dari petani secara maksimal," terangnya.
BACA JUGA:KPU Bersama Pemkot Bengkulu Matangkan Persiapan Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Terpilih
Di sisi lain, ia juga menyebutkan bahwa terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya fasilitas pengering gabah dan metode pengeringan yang masih tradisional. Namun, pemerintah kabupaten/kota bertugas membenahi infrastruktur tersebut.
"Secara bertahap nanti pemerintah kabupaten/kota akan membenahi infrastruktur ini," tuturnya.
Sementara itu, wilayah yang memiliki potensi besar dalam penyerapan gabah adalah Kabupaten Seluma, Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Rejang Lebong.
BACA JUGA:Polda Bengkulu Rapat Bersama Karo Binkar SSDM Polri Bahas Ketahanan Pangan hingga Tingkat Desa
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


