Gerakan Bank Sampah di Kota Bengkulu Jalan Terus, Warga Raup Jutaan Rupiah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, Riduan--(Sumber Foto: CW/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu terus mendorong pengembangan gerakan bank sampah di tingkat Rukun Warga (RW) meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Program ini menjadi bagian dari upaya pengurangan sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus mendukung kebijakan nasional terkait pengelolaan lingkungan.
Kepala DLH Kota Bengkulu, Riduan, menjelaskan bahwa pengembangan bank sampah di lingkungan warga merupakan bagian dari gerakan nasional yang telah diadopsi oleh berbagai provinsi di Indonesia.
Selain itu, inisiatif ini juga sejalan dengan program Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo-Gibran.
BACA JUGA:Perkuat Penanganan Kasus Sipil-Militer, Tim JAMPIDMIL Kunjungi Kejati Bengkulu
BACA JUGA:Kecelakaan di Semarang Kota Bengkulu, Fortuner Tabrak Vega R, Korban Luka Berat
“Sudah ada surat edaran dari Wali Kota untuk mendukung gerakan ini, kita sudah launching dari bulan Maret, semua kelurahan sudah kita edukasi secara bertahap,” ujar Riduan.
Lebih dari sekadar upaya pelestarian lingkungan, bank sampah juga memberi dampak ekonomi langsung kepada warga yang terlibat.
Warga yang memilah sampah dari rumah dapat memperoleh penghasilan tambahan dari sampah yang disetorkan ke bank sampah.
“Sampah yang dipilah bisa menghasilkan uang. Jadi warga tidak hanya membuang, tapi mulai memilah di rumahnya, sampah tidak terbuang sia-sia saja,” jelas Riduan.
BACA JUGA:Pemprov dan Kejati Bengkulu Kolaborasi Bangun RS Adhyaksa di Pekan Sabtu
Riduan menyoroti keberhasilan bank sampah di Kelurahan Lempuing sebagai contoh terbaik sejauh ini.
Ia mengungkapkan bahwa setiap Sabtu, warga dengan antusias membawa sampah yang telah dipilah dari rumah mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


