Kasus Dugaan Suap PDAM Bergulir, Kuasa Hukum Singgung Praktik Serupa di RSKJ Soeprapto
Kuasa Hukum Direktur PDAM Tirta Hidayah Kota Bengkulu, Ana Tasia Pase, SH, MH--(Sumber Foto: Imron/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Kuasa Hukum Direktur PDAM Tirta Hidayah Kota BENGKULU, Ana Tasia Pase, SH, MH, meminta aparat kepolisian juga mengusut dugaan kasus serupa yang terjadi di lingkungan Rumah Sakit Jiwa Ketergantungan Obat (RSKJ) Soeprapto BENGKULU.
"Kami mengingatkan ada kasus yang sama seperti di PDAM yaitu di rumah sakit jiwa di Bengkulu," ungkap Ana Tasia Pase.
Ia menjelaskan bahwa di RSKJ Soeprapto juga terjadi dugaan suap dan gratifikasi, sebagaimana yang saat ini tengah diusut di lingkungan PDAM Tirta Hidayah Kota Bengkulu.
"Semoga aparat kepolisian juga mengungkap kasus tersebut. Di sana ada juga dugaan suap dan gratifikasi," jelasnya.
BACA JUGA:Kecelakaan di Jalan Lintas Seluma, Beat Tabrak L300, 1 Luka Berat
BACA JUGA:Operasi Patuh Nala 2025, Satlantas Polresta Bengkulu Tilang Kendaraan Anggota Polisi
Pihaknya pun meminta kepolisian segera mengklarifikasi perkara tersebut agar tidak menjadi isu liar di masyarakat.
"Agar ini tidak liar, kita meminta pihak kepolisian klarifikasi kasus itu, kenapa hanya PDAM yang diusut, rumah sakit jiwa tidak naik," lanjut Ana Tasia Pase.
Ia juga menyinggung adanya anggapan bahwa perkara yang tengah dihadapi kliennya kental dengan unsur politik.
Padahal menurutnya, justru dugaan yang terjadi di RSKJ Soeprapto lebih terlihat adanya muatan politik.
BACA JUGA:Konsumsi Rutin Wedang Jahe, Dapatkan 6 Manfaat Baik Ini untuk Kesehatan, Apa Saja? Cek di Sini
"Kami tegaskan di PDAM ini tidak ada unsur politik, karena penerimaan PHL ini jauh sebelum direktur yang sekarang. Sedangkan di rumah sakit jiwa itu saya rasa ada arah politiknya," ungkapnya.
Sebelumnya, Ana Tasia juga telah bicara terkait pengembalian uang dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi penerimaan Pegawai Harian Lepas (PHL) yang menjerat kliennya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


