Sejarah Tradisi Bakar Tongkang, Awal Mula Datangnya Etnis Tionghoa ke Bagansiapiapi
Ilustrasi. Sejarah tradisi Bakar Tongkang, awal mula datangnya etnis Tionghoa ke Bagansiapiapi.--(Sumber Foto: Media Center Riau)
Bakar Tongkang ini dilakukan dengan ritual membakar kapal (terakhir) yang digunakan bagi para imigran dari Cina untuk berlayar, lantas kemudian memilih menetap di Riau.
Inilah awal mula mengapa festival Bakar Tongkang ada, lantas dipercaya leluhur dari masyarakat Bagansiapiapi merupakan orang Tang-lang keturunan Hokkien yang asalnya di Distrik Tong'an (Tang Ua) di Xiamen, Provinsi Fujian, Cina Selatan.
Berawal dari tiga tongkang yang sedang menjalankan ekspedisi dan bertujuan untuk hidup lebih layak hingga menyeberangi lautan.
Namun hanya satu kapal saja yang berhasil mencapai daratan di pantai Sumatera.
Sebelumnya para penumpang penuh kebimbangan, hingga kemudian berdoa kepada Dewa Kie Ong Ya (dewa laut) supaya dapat di arahkan menuju daratan.
Di malam hari itu, mereka pun melihat penerangan yang samar-samar, lantas mengikuti perginya cahaya.
Sekelompok orang yang ada di kapal kayu ini percaya bahwa penerangan samar tersebut adalah daratan.
Lalu mereka dapat mencapai daratan yang tidak begitu jauh dari Selat Malaka.
BACA JUGA:Beauty is Pain! Tradisi Menyakitkan Perempuan di Suku Afrika Ini Buktinya
Nah, bertemunya dengan daratan itu kemudian dinamai sebagai Baganapi, nama tersebut sesuai dengan cahaya yang diyakini asalnya dari kunang-kunang di atas bagan atau tanah.
Kemudian namanya berubah menjadi Bagansiapiapi.
Tercatat dalam sejarah, bahwa yang berhasil berada di daratan dengan jumlah 18 orang.
Diyakini bahwa mereka adalah nenek moyang Tionghoa yang ada di Bagansiapiapi dan saat ini sudah hidup bersama dengan penduduk setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: