Kasus ISPA di Seluma Capai 1.199 hingga Januari 2025, Mayoritas di Kawasan Pabrik

Kasus ISPA di Seluma Capai 1.199 hingga Januari 2025, Mayoritas di Kawasan Pabrik

Sebanyak 1.119 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terdata oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Seluma hingga akhir Januari 2025.--(Sumber Foto: Julyan/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Sebanyak 1.119 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terdata oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Seluma hingga akhir Januari 2025.

"Januari saja sudah 1.199 kasus untuk ISPA, sedangkan DBD 13 Kasus. ISPA memang saat uni menjadi perhatian serius karena terus alami peningkatan," kata Kadinkes Seluma Rudy Syawlaudin melalui Kabid P2P, Mazda, Minggu 2 Maret 2025.

BACA JUGA:Dinas PMD Seluma: Baru 10 BUMDes yang Sampaikan Hasil RAT 2024

Diketahui, penyakit ISPA ini sendiri banyak dialami warga Kabupaten Seluma yang wilayahnya terdapat pabrik.

Seperti daerah Kecamatan Air Periukan, Sukaraja, dan Semidang Alas.

Ketiga daerah ini pusat operasinya pabrik sawit di Kabupaten Seluma karena jarak pabrik dan pemukiman tidak terlalu jauh, sehingga banyak warga yang terjangkit ISPA.

BACA JUGA:3 Pelaku Pemerasan Mantan Bupati Kepahiang Diamankan, Kuasa Hukum Bantah Adanya Perselingkuhan

"Dari jumlah kasus tersebut, paling banyak ada  tiga kecamatan. Dimana jarak pabrik CPO sawit berdekatan dengan pemukiman," ujarnya.

Kabid P2P Dinkes Seluma mengatakan,  untuk mencegah terjangkit ISPA, warga diharapkan menggunakan masker dan jaga pola hidup sehat. Untuk masker sendiri bisa datangi faskes atau puskesmas terdekat.

BACA JUGA:Polresta Bengkulu Amankan 13 Remaja Perang Sarung yang Dimodifikasi Batu dan Paku

"ISPA kan penyakit berbahaya karena menyerang saluran pernapasan, untuk mencegahnya warga yang dekat dengan lokasi perindustrian yang mengeluarkan uap atau asap bisa gunakan masker dan jaga pola hidup sehat untuk keseharian aktivitas, dan juga masker bisa didapatkan ke faskes terdekat," sampainya.

Ditambahkannya, di tahun 2024 kasus ISPA di Kabupaten Seluma mencapai 14.347 kasus. Mayoritas yang terkena Ispa merupakan usia produktif. 

BACA JUGA:Harga Pangan Awal Ramadan Naik, Polisi Sidak Pasar di Kota Bengkulu

"Dari Januari-Desember 2024 yang terdata terjangkit ISPA 14.347 kasus. Mayoritas di wilayah yang terdapat perusahaan atau pabrik yang menimbulkan asap kotor," tambah Kabid P2P, Mazda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: