Nataru

Update PROGRAM BETV Terbaru

Ikuti terus update terbaru program betv beken dengan klik tombol dibawah ini.

Kuliner Ramadhan Khas Bengkulu: Lemang Tapai, Hidangan Tradisional Penuh Makna

Kuliner Ramadhan Khas Bengkulu: Lemang Tapai, Hidangan Tradisional Penuh Makna

Salah satu kuliner yang menjadi favorit adalah lemang tapai, makanan tradisional yang memiliki cita rasa khas dan penuh makna.--(Sumber Foto: Jalu/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Menjelang bulan suci Ramadhan, kuliner khas daerah menjadi buruan masyarakat untuk dijadikan hidangan berbuka puasa. Salah satu kuliner yang menjadi favorit adalah lemang tapai, makanan tradisional yang memiliki cita rasa khas dan penuh makna.

Ana berusia 60 tahun, seorang ibu asal Kota Manna, Bengkulu Selatan, telah berjualan lemang tapai di Kota Bengkulu selama hampir 15 tahun.

Ia memilih berjualan di sekitar Jalan Sungai Rupat, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, karena suaminya merupakan warga asli Bengkulu.

BACA JUGA:Siswa Kota Bengkulu Bisa Bawa Pulang Makanan MBG ke Rumah Saat Ramadhan, Ini Menunya

Lemang tapai terbuat dari beras ketan yang dimasak bersama santan dalam buluh bambu yang dilapisi daun pisang. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar 3 hingga 5 jam.

Lemang dimasak dengan kayu bakar menggunakan api sedang selama dua jam, sehingga menghasilkan aroma yang khas dan cita rasa yang gurih.

"Prosesnya cukup sederhana, tetapi membutuhkan ketelatenan. Beras ketan dicuci hingga bersih, lalu dimasukkan ke dalam bambu yang sudah dilapisi daun pisang, kemudian dituang santan dan dibakar hingga matang," jelas Ana.

BACA JUGA:Rekanan Kontraktor Datangi Kantor Bupati Seluma, Tagih Utang Proyek Fisik di 2024

Lemang yang telah matang dipotong kecil-kecil dan disantap bersama tapai merah agar semakin nikmat. Harga lemang pun bervariasi, tergantung ukurannya.

Untuk lemang besar, dijual dengan harga Rp10.000 per batang, sementara lemang kecil dijual seharga Rp5.000 per batang.

Berjualan lemang bukan hanya sekadar usaha bagi Ana, tetapi juga menjadi jalan baginya untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi.

BACA JUGA:Gubernur Helmi Hasan Sidak RSMY, Tekankan Pelayanan Kesehatan Harus Cepat, Ramah, dan Profesional

"Alhamdulillah, berkat berjualan lemang, saya bisa menguliahkan anak-anak. Anak pertama sudah lulus dari Universitas Bengkulu (UNIB) tahun 2012, anak kedua lulus dari Unihaz tahun 2015, anak ketiga baru lulus tahun 2024, dan anak keempat baru masuk kuliah," ungkapnya.

Meskipun cukup melelahkan, Ana tetap menjalankan usahanya dengan penuh semangat. Setiap hari, ia bangun pukul 02.00 dini hari untuk mulai memasak lemang, yang membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam. Pada pukul 07.00 pagi, ia sudah siap berjualan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait