Mancing di Pesisir Pantai, Nelayan Seluma Tewas Akibat Tertusuk Ekor Pari
Mancing di Pesisir Pantai, Nelayan Seluma Tewas Akibat Tertusuk Ekor Pari--(Sumber Foto: Jul/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Malang menimpa seorang nelayan asal Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma.
Korban bernama Tarmizi (58) meninggal dunia setelah tersengat dan tertusuk ekor ikan pari saat memancing di pesisir Pantai Pasar Seluma.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis, 10 Juli 2025. Korban yang diketahui merupakan adik kandung Kepala Desa Pasar Seluma, Yus Sukardi, saat itu memancing seorang diri menggunakan pancing rawai.
Saat itu, pancing milik korban disambar ikan pari seberat sekitar 50 kilogram.
BACA JUGA:7 Efek Samping Berbahaya Saat Konsumsi Wortel Setiap Hari, Cek Disini!
Korban sempat berusaha menarik ikan tersebut ke daratan dan meminta bantuan seorang warga yang kebetulan melintas.
Namun nahas, ketika upaya penarikan dilakukan, ombak besar menghantam hingga menyebabkan ekor ikan pari yang tajam menghantam dan menusuk tubuh korban.
"Tajinya diduga menusuk bagian perut dan menyebabkan luka parah. Adik saya masih sempat sadar dan minta tolong, lalu dibawa ke bidan desa dan dirujuk ke RSUD Tais, hingga akhirnya ke RSHD Bengkulu," ujar Kepala Desa Pasar Seluma, Yus Sukardi.
Luka tusuk dari ekor ikan pari mengenai bagian perut korban dan menyebabkan ususnya terluka cukup parah.
BACA JUGA:Aman Dikonsumi! Intip Ragam Manfaat Buah Kedondong untuk Ibu Hamil, Tak Terkecuali Baik Bagi Janin
BACA JUGA:Makanan Ini Direkomendasikan untukmu, Punya Kandungan Sumber Omega-3, Salah Satunya Biji Chia
Tarmizi sempat mendapatkan pertolongan medis, bahkan menjalani operasi intensif untuk mengatasi luka dalam. Namun, kondisinya terus memburuk pascaoperasi dan ia tidak sadarkan diri selama beberapa hari.
Setelah tiga hari dirawat intensif, Tarmizi akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Minggu malam, 13 Juli 2025, sekitar pukul 22.00 WIB di RSHD Kota Bengkulu.
"Almarhum sudah dimakamkan di TPU Desa Pasar Seluma," tambah Yus singkat.
Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai para nelayan tradisional saat melaut, khususnya saat menangani ikan-ikan berukuran besar seperti pari, yang ekornya memiliki duri tajam dan beracun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


