Nataru

Update PROGRAM BETV Terbaru

Ikuti terus update terbaru program betv beken dengan klik tombol dibawah ini.

Gelombang Pasir Terus Masuk, Alur Pulau Baai Terancam Dangkal Kembali

Gelombang Pasir Terus Masuk, Alur Pulau Baai Terancam Dangkal Kembali

Gelombang Pasir Terus Masuk, Alur Pulau Baai Terancam Dangkal Kembali--(Sumber Foto: Ilham/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Pengerukan alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai BENGKULU masih belum sepenuhnya rampung. PT Pelindo, yang menggandeng PT Rukindo, masih terus melakukan pengerukan guna mencapai target yang telah ditetapkan.

Tahap awal, pengerukan dilakukan dalam status darurat dengan kedalaman 4 meter dan lebar sekitar 40 meter, agar dapat dilalui kapal dengan draft 3,5 meter.

Sementara itu, target pada tahap I adalah kedalaman 6,5 meter dan lebar 60 meter.

Meski sejumlah kapal kini sudah bisa melintas di alur tersebut, kondisi alur pelayaran belum sepenuhnya stabil.

BACA JUGA:Aturan Baru, Guru ASN di Bengkulu Selatan Wajib Penuhi Beban Kerja 37,5 Jam per Minggu

BACA JUGA:Seks Bebas Jadi Pemicu Utama, 16 Warga Bengkulu Selatan Terinfeksi HIV/AIDS

Gelombang pasir yang terus masuk berpotensi membuat alur kembali dangkal.

Di sisi lain, pada tahap II, PT Pelindo ditargetkan melakukan pengerukan dengan kedalaman 12 meter dan lebar 120 meter agar dapat dilalui semua jenis kapal besar.

"Pengerukan alur tahap II ditargetkan rampung pada November 2025 mendatang," ujar Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, RA Denny, pada Jumat 25 Juli 2025.

Ia menjelaskan, Instruksi Presiden (Inpres) telah memberikan kewenangan kepada PT Pelindo untuk menangani pengerukan alur maupun persoalan lainnya yang berkaitan, termasuk abrasi.

BACA JUGA:7 Mitos Bunga Aster Ini Jarang Diketahui, Benarkan Bisa Mengusir Roh Jahat? Cek Faktanya di Sini

BACA JUGA:Punya Berbagai Jenis Bunga Aster di Rumah? Ini Arti dan Makna Berdasarkan Warnanya

"Abrasi juga menjadi tanggung jawab PT Pelindo," katanya.

Denny juga mendorong agar PT Pelindo segera menambah alat berat dan kapal keruk berukuran lebih besar guna mempercepat proses pengerukan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: