Jembatan Selali Rusak Parah, Bengkulu Selatan Minta Bantuan Rp10 Miliar ke Pusat
Jembatan Selali Rusak Parah, Bengkulu Selatan Minta Bantuan Rp10 Miliar ke Pusat--(Sumber Foto: Ary/BETV)
BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Rantai distribusi pertanian di Kabupaten Bengkulu Selatan kini terancam putus akibat rusaknya sejumlah infrastruktur vital pasca bencana alam. Kerusakan ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mencekik sumber penghidupan utama masyarakat yang bergantung pada hasil bumi.
Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus berpacu dengan waktu untuk melakukan pemulihan. Namun, langkah percepatan ini terbentur tembok besar berupa keterbatasan anggaran daerah (APBD).
Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Selatan, Nusadian, mengungkapkan bahwa hasil verifikasi lapangan menunjukkan tingkat kerusakan yang sangat parah. Beberapa titik bahkan sudah tidak bisa sekadar diperbaiki, melainkan harus dibangun ulang dari nol. Fokus utama saat ini tertuju pada jembatan gantung di Desa Selali, Kecamatan Pino Raya.
BACA JUGA:Harmoni di Seluma, Kapolres Buka Pawai Ogoh-Ogoh Kungkai Baru yang Berhenti Saat Lewati Masjid
BACA JUGA:Simbol Penyucian Diri, Umat Hindu di Seluma Bakar Ogoh-Ogoh Jelang Puncak Nyepi
“Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat, terutama petani. Saat ini kondisinya sudah tidak aman dilalui,” ungkap Nusadian.
Selain jembatan Selali, BPBD juga memprioritaskan pembangunan pelapis tebing di Kecamatan Air Nipis yang rawan longsor saat cuaca ekstrem, serta pemasangan pemecah gelombang di Sungai Kedurang guna menahan hantaman arus sungai yang kian deras.
Lantaran butuh dana besar, Pemkab Bengkulu Selatan kini melayangkan proposal bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Usulan dana sebesar lebih dari Rp10 miliar tersebut saat ini sudah melewati tahap verifikasi di tingkat pusat.
BACA JUGA:Idap Tumor Ganas, Bayi 1,9 Tahun di Seluma Butuh Bantuan Biaya Berobat ke Jakarta
BACA JUGA:Stok Menipis, Daging Sapi di Taba Penanjung Ludes Diserbu Warga Meski Harga Merangkak Naik
Dana fantastis tersebut diproyeksikan untuk membangun kembali jembatan, memperkokoh tebing, dan memasang pemecah gelombang di titik-titik rawan. Nusadian menegaskan bahwa dukungan dari pemerintah pusat adalah kunci utama agar isolasi wilayah tidak berlarut-larut.
“Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Semakin cepat diperbaiki, semakin cepat pula aktivitas warga kembali normal,” tutup Nusadian.
Hingga saat ini, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal progres pengajuan bantuan tersebut ke Jakarta. Hal ini dilakukan demi menjamin keselamatan warga serta memulihkan urat nadi perekonomian di wilayah yang terdampak bencana.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

