Bank Indonesia

Operasi SAR Nelayan Hilang di Pasir Putih Berlanjut, Tim Gabungan Perluas Radius Pencarian

Operasi SAR Nelayan Hilang di Pasir Putih Berlanjut, Tim Gabungan Perluas Radius Pencarian

Operasi SAR Nelayan Hilang di Pasir Putih Berlanjut, Tim Gabungan Perluas Radius Pencarian--(Sumber Foto: Imron/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Upaya pencarian terhadap nelayan yang hilang di kawasan Pantai Ujung Pasir Putih, Kota Bengkulu, memasuki babak baru pada Senin pagi (6/4/2026).

Setelah sempat terhenti akibat amukan cuaca ekstrem, Tim SAR gabungan kembali menyisir perairan sejak pukul 08.00 WIB dengan mengerahkan armada tambahan.

Langkah penghentian sementara pada hari sebelumnya diambil demi meminimalisir risiko keselamatan bagi para personel.

Kasubdit Patroli Airud Ditpolairud Polda Bengkulu, AKBP Hadi Joko Susilo, menegaskan bahwa tantangan alam di lapangan tidak memungkinkan operasi dilanjutkan hingga malam hari.

BACA JUGA:Seluma Terkepung Banjir: 2.478 Jiwa Terdampak Luapan Air di 5 Kecamatan

BACA JUGA:Lebong Dikepung Banjir dan Longsor di 6 Kecamatan, Pemprov Bengkulu Kerahkan Tim Logistik serta Dapur Umum

"Pencarian dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami dalam operasi ini," ungkap AKBP Hadi Joko Susilo.

Tragedi ini bermula ketika kapal yang ditumpangi dua nelayan senior, Beri (62) dan Syafril (53) alias Ujang Sidik, dihantam gelombang tinggi pada Minggu sore sekira pukul 17.00 WIB. Angin kencang dan hujan lebat membuat kapal tak kuasa menahan beban hingga akhirnya karam.

Dalam situasi mencekam tersebut, Beri berhasil berjuang melawan arus dan menyelamatkan diri ke tepian. Namun, Syafril hingga kini dinyatakan hilang dan diduga kuat tenggelam setelah terseret arus bawah laut yang cukup deras.

Guna mempercepat proses penemuan korban, posko darurat telah didirikan oleh BPBD Kota Bengkulu di sekitar lokasi kejadian. Kekuatan penuh yang terdiri dari personel Polairud, Basarnas, BPBD, hingga jajaran TNI disiagakan untuk menyisir setiap sudut perairan maupun garis pantai.

BACA JUGA:Arus Deras Sungai Air Seluma Hanyutkan Jembatan, Desa Lubuk Resam Terisolasi

BACA JUGA:Pantai Jakat hingga Pasir Putih Kian Nyaman, Puluhan Gazebo Gratis Siap Manjakan Wisatawan

"Kami berharap korban dapat ditemukan secepatnya. Seluruh sumber daya akan terus dikerahkan hingga keberadaan korban membuahkan titik terang," tegasnya lagi.

Memasuki hari kedua, tim teknis mulai memetakan arah arus laut untuk memprediksi posisi korban. Selain penyisiran permukaan menggunakan perahu karet, tim juga memantau area pesisir secara intensif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait