Bank Indonesia

Imbas Permintaan Program MBG, Harga Ayam di Pasar Ampera Masih Tertahan di Angka Rp43 Ribu

Imbas Permintaan Program MBG, Harga Ayam di Pasar Ampera Masih Tertahan di Angka Rp43 Ribu

Imbas Permintaan Program MBG, Harga Ayam di Pasar Ampera Masih Tertahan di Angka Rp43 Ribu--(Sumber Foto: Ary/BETV)

BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Gelombang kenaikan harga daging ayam potong di Pasar Ampera, BENGKULU SELATAN, perlahan mulai menunjukkan tren penurunan.

Setelah sempat bertengger di angka Rp48 ribu, kini komoditas protein tersebut dibanderol di kisaran Rp43 ribu per kilogram. Meskipun belum kembali ke harga normal, penurunan tipis ini mulai dirasakan oleh para konsumen.

Salah satu pedagang di Pasar Ampera, Elmi (28), mengungkapkan bahwa dinamika harga di tingkat pengecer sangat bergantung pada pergerakan harga dari pihak pemasok. Menurutnya, harga sempat menyentuh angka Rp40 ribu sebelum akhirnya kembali terkoreksi naik sedikit.

“Harga mengikuti dari tempat kami ambil barang. Kalau naik, kami juga ikut naikkan,” ungkap Elmi saat ditemui di lapaknya.

BACA JUGA:Kapasitas Kritis, DLHK Bengkulu Selatan Lobi Kementerian untuk Perluasan Zona TPA

BACA JUGA:Tenggat SP3 Berakhir, Satpol PP Seluma Siap Ratakan Hiburan Malam Ilegal di Simpang 6

Belum stabilnya harga ayam di lapangan disinyalir akibat hukum pasar antara ketersediaan stok dan tingginya animo masyarakat. Menariknya, Elmi menyebutkan bahwa permintaan pasar tetap kuat, salah satunya dipicu oleh pemenuhan kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan masif.

“Permintaan lagi banyak, jadi harga ikut terdorong. Tapi sekarang sudah mulai turun,” jelasnya.

Sebagai perbandingan, dalam kondisi normal di Bengkulu Selatan, harga ayam biasanya berada pada rentang Rp30 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram. Lonjakan yang terjadi belakangan ini diakui cukup menekan pola konsumsi rumah tangga.

Elmi dan rekan sejawatnya berharap agar rantai pasokan segera pulih sehingga harga dapat kembali ke titik keseimbangan. Stabilitas harga menjadi kunci utama agar sirkulasi ekonomi di pasar tradisional tetap bergairah.

BACA JUGA:Ketika Realita Tak Sesuai Ekspektasi: Program Retret Merah Putih dan Mitigasi Langit Membentuk Gen Z

BACA JUGA:Dikbud Bengkulu Selatan Jadikan Bahasa Serawai dan Aksara Kaganga Mapel Wajib

“Harapan kami harga bisa stabil ke depan, supaya pembeli juga tidak ragu dan penjualan kembali ramai,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait