Pemkot Bengkulu Gunakan Program Sekolah Rakyat untuk Bina Anak Jalanan

Pemkot Bengkulu Gunakan Program Sekolah Rakyat untuk Bina Anak Jalanan

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Afriyeniita--(Sumber Foto: Imron/BETV)

BENGKULU, BETVNEWSPemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Sosial memperkuat langkah penanganan masalah sosial di perkotaan, khususnya terkait anak jalanan, gelandangan, dan pengemis atau gepeng. Upaya yang dilakukan kini dipusatkan pada program Sekolah Rakyat sebagai jalur pendidikan alternatif yang lebih inklusif.

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Afriyeniita mengatakan, timnya secara rutin menyisir berbagai titik di kota untuk mendata anak-anak yang sudah lama putus sekolah. Hasil pendataan itu kemudian diajukan agar anak-anak tersebut bisa masuk ke Sekolah Rakyat.

“Fokus utama saat ini adalah memastikan anak-anak tersebut kembali ke bangku pendidikan melalui program Sekolah Rakyat,” jelas Afriyeniita.

Program Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak yang belum tersentuh pendidikan formal. Selain belajar, peserta juga menerima pembinaan berkelanjutan yang diarahkan pada pengembangan keterampilan praktis.

BACA JUGA:Mayoritas Masih Offline, Dikbud Bengkulu Selatan Jadwalkan SPMB 2026/2027 Mulai 24 Juni

BACA JUGA:Pemkab Bengkulu Selatan Siapkan Rehab 5 Kantor Camat, Pengadaan Mobil Dinas Baru Menyusul

Afriyeniita menjelaskan, pendekatan ini bertujuan membangun kemandirian anak di masa depan. Dengan bekal keterampilan, diharapkan mereka tidak kembali ke jalanan dan memiliki peluang hidup yang lebih baik.

“Pendekatan ini tidak hanya menyelesaikan masalah di jalanan, tetapi juga membuka peluang bagi anak-anak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Melalui program ini, Dinas Sosial menargetkan penurunan angka anak putus sekolah di kalangan gepeng. Pendidikan dinilai menjadi pintu masuk untuk memutus rantai kemiskinan dan kerentanan sosial yang selama ini melekat pada kelompok tersebut.

“Diharapkan angka anak putus sekolah di kalangan gepeng dapat ditekan dan mereka bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak,” kata Afriyeniita.

Ia menambahkan, kegiatan pendataan dan pembinaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bengkulu dalam menciptakan lingkungan kota yang lebih inklusif, aman, dan ramah anak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait