Hingga mimpi itu membuat beliau kepikiran, selama seharian beliau merenungkan tentang mimpi tersebut. Benarkah mimpi itu datang dari Allah ataukah dari setan?
BACA JUGA:Masya Allah! Kisah Sahabat Nabi Muhammad SAW, Keluar Cahaya dari Mulut Empat Pejuang Islam
Penamaan hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) tersebut dikarenakan perenungan dari Nabi Ibrahim, hingga dikenal saat ini.
Tarwiyah yang berarti perenungan, sesuai pada cerita Nabi Ibrahim yang kala itu tengah merenungkan mimpinya.
- Penamaan Hari Arafah
BACA JUGA:Sepeninggal Khadijah, 2 Istri Nabi Muhammad SAW Ini Selalu Bisa Membuat Beliau Terhibur!
Kemudian di malam berikutnya, tepatnya malam kesembilan Dzulhijjah, Nabi Ibrahim bermimpi kembali.
Mimpi itu berulang lagi, hingga keesokan berikutnya barulah Nabi Ibrahim yakin bahwa mimpi tersebut datang dari Allah.
Lantas malam tersebut menjadi hari keyakinan atau disebut sebagai hari Arafah.
BACA JUGA:Indahnya Islam di Hawaii, Bertambahnya Saudara Muslim di Dunia!
Malam ke10 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim masih memimpikan hal yang sama, yakni perintah untuk menyembelih putranya.
Hati beliau pun mantap dan sepenuhnya yakin, kemudian dijalanilah perintah itu.
10 Dzulhijjah tepatnya adalah waktu penyembelihan, di pagi hari atas dasar perintah Allah, ia pun menyembelih Nabi Ismail AS.
BACA JUGA:Masya Allah! Inilah Nama-nama Malaikat dalam Agama Islam, Lengkap dengan Sifat dan Tugasnya!
Nabi Ismail AS kemudian meminta kepada sang ayah untuk membaringkan sesuai kiblat.
Lalu, diikat tangan dan kakinya, hingga melepas semua pakaian dengan tujuan supaya darah ketika penyembelihan berlangsung tak mengenai bajunya, apalagi sampai membuat sang ibu bersedih.