
Niat berasal dari hati, hal tersebut telah disepakati oleh para ulama, bukan sebagai syarat. Sehingga niat tidak ada keharusan dalam melafadzkannya, merunut jumhur ulama selain Madzab Maliki.
Hukumnya sunah, yang mana hati membantu untuk menghadirkan niat dalam diri. Berbeda dengan madzhab Maliki bahwa tidak diharuskan melafadzkan niat.
Berikut ini niat salat Dhuha, yakni:
Usholli sunnatadh dhuhaa rok'ataini lillahi ta'ala
"Aku niat salat sunah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Tentu setiap ibadah dalam Islam memperoleh fadhilah atau keutamaannya masing-masing, diantaranya:
Dari Nu'aim bin Hammar Al Ghathafani, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda yang artinya:
"Allah Ta'ala berfirman: "Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka'at salat di awal siang (di waktu dhuha). Maka itu akan mencukupkan di akhir siang." (HR.Tirmidzi no.475, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami' no.4342)
BACA JUGA:Amalkan Bacaan Doa Ini Setelah Sholat Istikharah, Agar Diberi Petunjuk Tentang Jodoh
Selain itu, salat Dhuha juga disebut sebagai salat awwabin, yakni kebanyakan yang dilakukan oleh orang-orang salat dengan kembali kepada Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Salat awwabin adalah ketika anak unta merasakan terik matahari." (HR. Muslim no. 748)
Cara melaksanakan salat Dhuha
Tata cara salat Dhuha ini sama dengan salat pada umumnya, dikerjakan dengan cara dua rakaat-dua rakaat dengan salam setiap dua rakaatnya.
Berdasarkan hadits dari Abdullah bin Umar radhiallahuma, Nabi Shallallahu'alaihi wassalam bersabda:
"Salat (sunah) di malam dan siang hari, dua rakaat-dua rakaat." (HR. Abu Daud no. 1295, An Nasa-i no. 1665, dishahihkn Al Albani dalam Shahih Abi Daud).