Penyebab pertama dari anemia ini adalah thalasemia atau kelainan darah bawaan yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan hemoglobin dan bisa terjadi karena faktor keturunan.
Dalam kasus yang parah, thalasemia ini dapat menyebabkan terlambtanya masa puber pada anak.
BACA JUGA:Pulsamu Berlebih? Yuk Ubah Jadi Saldo DANA dengan Cara Mudah Ini
BACA JUGA:Gokil! Modal Baca Cair Uang ke Saldo DANA Rp120.000, Mudah Tanpa Aplikasi Tambahan
Defisiensi Zat Besi
Tidak hanya thalasemia, terdapat pula anemia mikrositik yang disebabkan oleh kurangnya nutrisi zat besi pada tubuhnya.
Zat besi sendiri merupakan mineral yang penting dan bermanfaat untuk membantu hemoglobin mengalirkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Jika kondisi ini tidak kunjung diobati maka dapat berpengaruh pda pertumbuhan dan juga perkembangan anak.
BACA JUGA:Dinkes Kota Bengkulu Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan Selama Berpuasa
BACA JUGA:Cuma Pakai Aplikasi Penghasil Uang Ini, Saldo DANA Gratis Rp100.000 Masuk Rekening, Buruan Daftar!
2. Anemia Makrositik
Berbeda dengan anemia jenis mikrositik, anemia makrositik ini berarti sel darah merah anak lebih besar dari biasanya namun memiliki hemoglobin yang rendah.
Oleh sebab itu, jenis anemia ini tergolong langka dan kemungkinan disebabkan karena kekurangan vitamin B12 serta anaplastik.
Defiensi Vitamin B12
Defisiensi vitamin B12 ini dapat terjadi saat tubuh kekurangan asupan vitamin B12 atau sumber makanan lainnya.
Hal ini dapat terjadi karena vitamin B12 memiliki peranan dalam proses eritropoiesis yang merupakan kondisi saat tubuh menghasilkan sel darah merah baru untuk menggantikan yang lama.