Misalnya, penggunaan temulawak bersamaan dengan obat pengencer darah bisa meningkatkan risiko pendarahan.
Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi temulawak bersamaan dengan obat-obatan tertentu, terutama bagi mereka yang sedang dalam pengobatan jangka panjang.
BACA JUGA:Jenis Minuman Sehat Ini Cocok Dikonsumsi Sehari-hari, Coba Bikin Olahan dari Teh Oolong
BACA JUGA:Cek Efek Samping Konsumsi Teh bagi Kesehatan, Hati-hati untuk Tidak Minum Berlebihan
4. Risiko kerusakan hati
Konsumsi temulawak dalam dosis yang sangat tinggi juga dapat berpotensi menimbulkan risiko kerusakan hati.
Meskipun efek ini jarang terjadi, namun jika seseorang memiliki kondisi hati yang sudah ada sebelumnya sebaiknya harus lebih berhati-hati saat hendak mengonsumsi temulawak ini.
Tanda-tanda masalah hati ini dapat mencakup jaundice atau kulit dan mata menguning, kelelahan yang ekstrem, atau nyeri perut yang berkepanjangan.
Oleh sebab itu, jika gejala ini muncul setelah mengonsumsi temulawak, sangat penting untuk segera mencari nasihat medis untuk evaluasi lebih lanjut.
BACA JUGA:5 Ragam Manfaat Anggur Bagi Kecantikan, Menyamarkan Bekas Jerawat dan Mengangkat Sel Kulit Mati
BACA JUGA:Inilah 8 Manfaat Konsumsi Anggur Segara Setiap Hari, Bantu Optimalkan Kesehatan dari Dalam
5. Gangguan pencernaan
Salah satu efek samping yang umum terjadi akibat konsumsi temulawak berlebihan adalah gangguan pencernaan.
Temulawak dapat merangsang produksi empedu, yang bermanfaat dalam proses pencernaan yang jika dikonsumsi dalam jumlah yang terlalu banyak, dapat menyebabkan mual, diare, atau perut kembung.
Gejala-gejala ini tentunya bisa sangat mengganggu, terutama bagi individu yang memiliki riwayat masalah pencernaan seperti sindrom iritasi usus atau gastritis.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga dosis temulawak dalam batas yang wajar agar manfaatnya dapat dinikmati tanpa menimbulkan masalah.